Tim Pemenangan Bima-Dedie Copot Bendaharanya, Ada Apa?

Bendahara Tim BADRA yang baru, Yorys Dirgantara (dok.KM)
Bendahara Tim BADRA yang baru, Yorys Dirgantara (dok.KM)

BOGOR (KM) – Tim Koalisi Pemenangan Bima Arya-Dedie Rachim (BADRA) memutuskan mencopot Refilianosa Ibrahim Reflus dari posisinya sebagai bendahara tim. Kini, posisi tersebut dipercayakan ke Yorys Dirgantara.

Pencopotan Refilianosa disebabkan karena “ketidakdisiplinan” dalam pengelolaan anggaran. Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kampanye yang molor membuat Tim Koalisi Badra memutuskan memberhentikan Refilianosa.

Ketua Tim Pemenangan Badra, Tauhid J. Tagor menjelaskan, kinerja bendahara Golkar yang juga menjadi bendahara Tim Koalisi Pemenangan Bima-Dedie “tidak disiplin” dalam transparansi anggaran masuk dan anggaran keluar.

“Saya sebagai ketua tim pemenangan Bima-Dedie harus segera ambil sikap, maka untuk posisi Bendahara Tim Pemenangan Badra sudah kami ganti. Hal ini demi menyelamatkan dan memenangkan Paslon yang kami usung. Bukan hanya tidak disiplin dalam keuangan Paslon saja, bahwa temuan pun ada di dalam keuangan partai,” ujar Tauhid.

“Terkait Banpol dan lainnya itu sebetulnya tidak ada masalah. Saya tahunya itu baik-baik saja, kalo ada yang merasa dicurangi perihal uang partai bukan saya urusannya, itu urusan bendahara. Makanya bendahara harus bertanggung jawab perihal ini,” ungkap Tagor.

Sementara itu, anggota Tim Koalisi Pemenangan Badra yang juga politikus Partai Demokrat Kota Bogor, Ferro Sopacua juga menyoroti kasus ini.

“Bendahara tim yang tadinya dipegang oleh saudara Refli saat ini sudah digantikan oleh saudara Yorys Dirgantara, hal tersebut dilakukan karena telah terjadi tindakan indisipliner yang diperbuat oleh bendahara lama, kami harus mengambil tindakan yang cepat dan akurat mengenai hal tersebut, ini dilakukan semata-mata untuk kepentingan kelancaran paslon BADRA dalam pelaksanaan kampanye Pilkada Kota Bogor,” kata dia.

Advertisement

“Alhamdulillah kondisi aman dan terkendali dan sekarang kita tetap berkonsentrasi penuh menghadapi berbagai event kampanye,” tambah Wakil Ketua Tim Koalisi Badra itu.

Berbeda tempat, Rusly Prihatevy, Ketua Bappilu Golkar Kota Bogor, mengatakan bahwa Bendahara Golkar itu menjadi bahan perbincangan pengurus dalam perihal keuangan.

“Persoalan ini pun harus diklarifikasi oleh saudara Bendahara agar apa yang dibicarakan terang benderang kaitan keuangan partai, maka dari itu sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO Golkar) kita menunggu maksimal 30 hari dari hasil rapat yang sudah kita putuskan. Karena saudara bendahara mempunyai hak pembelaan dan pernyataannya secara organisasi dan kami menunggu pernyataannya kaitan laporan keuangan partai. Harapan kami saudara bendahara agar dapat melaporkan keuangan Partai secara transparan dan akuntabel kami pengurus membuka diri apabila saudara bendahara kiranya dapat melaporkan laporan keuangannya,” kata Ferro.

“Untuk itu apabila dalam rentang waktu tersebut tidak diindahkan maka sesuai hasil rapat pengurus, kami mengusulkan kepada DPD Provinsi Jawa Barat untuk mengeluarkan bendahara bahkan apabila tidak dapat menyelesaikan dan melaporkannya kami akan mengusulkan pula untuk pemecatannya. Mengapa demikian, kita sebagai pengurus partai tingkat II memiliki SK resmi dari DPD Provinsi Jawa Barat dan mempunyai payung hukum dan sesuai AD/ART Partai,” tandasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*