Napi Narkoba Dapat Izin Keluar Hingga Berhari-hari, Lapas Kuala Simpang Terindikasi Langgar PP dan Permenkumham

ACEH TAMIANG (KM) – Zulkifli Muhammad bersama tiga rekannya, yaitu Abdullah Ibrahim (41), Sukri Ismail (41), dan Abdul Zabar (Alm), dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umun di PN Medan, Selasa 24/4/2018.

Mereka ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut atas kepemilikan 21,8 kilogram sabu dan 100.000 butir pil ekstasi.

Namun saat ini Zulkifli Muhammad mendapatkan keringanan putusan dari kasasi yang diajukannya, yaitu 20 tahun kurungan.

Bukan hanya itu, Zulkifli saat ini mampu menghirup udara bebas dengan dalih menjenguk keluarga sakit sehingga ia dapat pulang ke rumahnya selama berhari-hari.

Menurut salah satu tetangga Zul yang enggan disebutkan namanya, terdakwa kasus narkoba itu kerap pulang ke rumah setiap akhir pekan seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Hasil penelusuran KM kemarin pada hari Senin 23/4, ternyata benar zul tidak berada di Lapas kelas II B Kuala Simpang.

Kepada awak media, KPLP Kuala Simpang Ramli membenarkan bahwa Zul sedang izin menjenguk kakaknya yang sedang dirawat di rumah sakit.

“Zulkifli Muhammad memang benar warga binaan kita, saat ini yang bersangkutan sedang izin menjenguk kakaknya yang sedang sakit di Idi sejak tanggal 21/4 kemarin dan sore ini 23/4 dia harus sudah tiba kembali ke LP,” ujar Ramli.

Tidak lama kemudian, pada pukul 09.30 ternyata Zulkifli Muhammad kembali ke Lapas dengan didampingi personil Polres Aceh Timur dan petugas Lapas.

Berdasarkan Pasal 52 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, setiap naradipada berhak mendapat izin keluar lapas dalam hal-hal luar biasa.

Perizinan khusus tersebut dapat diperoleh melalui tahapan. Keluarga terpidana mengajukan surat permohonan izin keluar kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan, yang kemudian akan disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Lembaga Pemasyarakatan dan terakhir diajukan kepada Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan untuk mendapat pertimbangan atas pengajuan izin tersebut.

Advertisement

Dalam penjelasan peraturan tersebut, yang dimaksud hal-hal luar biasa meliputi:

– Meninggalnya/sakit keras ayah, ibu, anak, cucu, suami, istri, adik atau kakak kandung

– Menjadi wali atas pernikahan anaknya

– Membagi warisan.

Masih menurut Pasal 52 peraturan di atas, narapidana dan anak didik pemasyarakatan dapat diberi izin keluar lapas yang mana izin keluar lapas tersebut diberikan oleh Kepala Lapas.

Dalam penjelasan yang ada di dalam peraturan di atas, yang dimaksud diberi izin keluar lapas adalah paling lama 24 jam.

Sebenarnya di dalam PP Nomor 32 Tahun 1999 juga disebutkan bahwa setiap narapidana dan anak didik pemasyarakatan bisa keluar dari lapas karena berhak mendapatkan asimilasi yang berupa pembinaan dan kerja sosial di luar Lapas.

Akan tetapi dalam Pasal 7 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Izin Keluar bagi Narapidana dalam Rangka Pembinaan, izin keluar tersebut tidak dapat diberikan kepada:

a. Narapidana yang melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan prekusor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya;

b. Narapidana yang terancam jiwanya;

c. Narapidana yang diperkirakan akan mengulangi tindak pidana; dan/atau

d. Narapidana yang dipidana seumur hidup.

Berdasarkan Permenkumham Nomor 21 Tahun 2013, berkelakuan baik merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh setiap narapidana jika ia ingin mendapatakan remisi maupun cuti mengunjungi keluarga. Untuk mendapatkan pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, maupun cuti bersyarat, setiap narapidana juga harus berkelakuan baik selama menjalani pidana paling sedikit 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana.

Reporter : Tim
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*