GTP Tanam Pohon di Bubulak, Heri Cahyono Ingin Penanaman Pohon Jadi Bagian dari Izin Pembangunan

BOGOR (KM) – Lurah Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor memberikan apresiasi terhadap giat tanam pohon oleh komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP), kegiatan peduli lingkungan yang rutin digelar setiap minggu di berbagai wilayah di Kota Bogor.

“Kegiatan tanam pohon oleh GTP ini akan menjadi inspirasi dari masyarakat khususnya di Kelurahan Bubulak, untuk membangun rasa peduli lingkungan dan juga salah satu cara untuk menumbuhkan semangat dalam menanam pohon baik itu di rumah atau juga di lingkungan sekitar,” ungkap Lurah Bubulak, Idrus, usai giat GTP ke 173 di halaman Kantor Kelurahan, Minggu 08/04/2018.

“GTP menjadi inisiator pembangun rasa peduli lingkungan kepada masyarakat di Kota Bogor, dengan giat tanam pohonnya yang selalu rutin dalam seminggu sekali tanpa rasa lelah, bahkan bisa kita lihat hari ini semua yang hadir penuh semangat dan keceriaan,” kata Idrus.

Idrus menuturkan, “yang paling penting bagaimana masyarakat bisa mencontoh dari kawan-kawan GTP yang selalu peduli dengan lingkungan sekitar, minimal masyarakat sadar bahwa kita perlu menanam pohon demi terjaganya lingkungan yang asri dan nyaman,” tuturnya.

Di tempat yang sama inisiator GTP Heri Cahyono mengatakan, “Sosialisasi kepedulian lingkungan seperti giat tanam pohon ini, sangat membutuhkan peran aktif dari tingkat Kelurahan, karena bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya

“Yang langsung bersentuhan kepada masyarakat kan Kelurahan, bisa bersosialisasi ke masyarakat dari RT dan RW, jadi kami sangat apresiasi atas respon Kelurahan pada giat hari ini,” tambahnya.

Heri yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor menjelaskan, “GTP yang dimotori oleh alumni Fakultas Kehutanan IPB angkatan 28 yang juga di support oleh DPRD Kota Bogor ini bertujuan untuk membuat lingkungan Kota Bogor semakin baik. Selain itu saya menghimbau setiap memberikan perizinan bangunan dimasukkan hal penanaman pohon.”

“Masih banyak kami lihat bangunan-bangunan seperti pembangunan ruko yang terlihat gersang, sehingga perlu dimasukkan pada izin IMB tersebut penanaman pohon agar [menjadi] bagian dari izin pembangunan itu sendiri,” ujarnya.

Alasan keterbatasan lahan, lanjut Heri untuk tidak menanam pohon pada pembangunan seperti ruko-ruko bukan suatu alasan, karena pasti masih ada ruang yang bisa diperuntukan untuk ditanam pohon.

“Kesadaran menanam pohon harus terus kita bangun, untuk itu GTP akan terus konsisten tanpa henti untuk memberikan kebaikan dan rasa kepedulian untuk lingkungan khususnya di Kota Bogor,” tutupnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*