Gelar Tabligh Akbar Isra Mi’raj, Aktivis Mahasiswa dan Panwascam Tanah Sareal Dorong Agar Tempat Ibadah Tidak Dimanfaatkan untuk Politik Praktis

Forum Pemuda Mahasiswa Bogor Raya Bersama Panwascam Tanah Sareal Sosialisasikan Tempat Ibadah Bukan Tempat Berpolitik Dan Kampanye (dok.KM)
Forum Pemuda Mahasiswa Bogor Raya Bersama Panwascam Tanah Sareal Sosialisasikan Tempat Ibadah Bukan Tempat Berpolitik Dan Kampanye (dok.KM)

BOGOR (KM) – Forum Pemuda Mahasiswa Bogor Raya bekerjasama dengan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tanah Sareal serta Karang Taruna Kelurahan Sukadamai menggelar Tabligh Akbar di Masjid Jami Nurul Taqwa Kampung Situpete RT 02 RW 09, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu 28/04/2018.

Acara bertema “Melalui Perayaan Isra Miraj Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Dan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah” itu dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, aktivis pemuda serta aktivis gerakan mahasiswa.

“Dengan Tabligh Akbar perayaan Isra’ Mi’raj, kita menjaga Ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa ini… Kami selaku pengawas pemilu tingkat Kecamatan juga memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat khususnya di Tanah Sareal bahwasanya tempat ibadah bukan tempat untuk berpolitik praktis, bukan tempat berkampanye,” ujar Ketua Panwascam Tanah Sareal, Anto Siburian.

“Tempat ibadah setiap umat, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha merupakan tempat ibadah antara umat manusia dengan Tuhan, bukan tempat berpolitik,” lanjut Anto.

“Jika sampai tempat ibadah dijadikan ajang berpolitik atau berkampanye, maka yang terjadi adalah perpecahan umat yang berimbas pada keutuhan bangsa ini,” katanya.

Advertisement

Hal senada disampaikan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor, Bagus Akbar. “Dalam Tabligh Akbar perayaan Isra Mi’raj kita menjaga Ukhuwah Islamiyah kepada umat Muslim, hari ini dalam momen pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor, kami segenap aktivis mahasiswa menegaskan bahwa sarana atau tempat ibadah bukan untuk ajang politik praktis dan kampanye.”

“Ya dalam momen ini juga kami mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa masjid bukan tempat berkampanye. Bagi para calon Walikota dan Wakil Walikota bukan dilarang memasuki tempat ibadah, namun dilarang berkampanye dan berpolitik di dalam tempat ibadah,” ujar Bagus.

Bagus menegaskan, “kami segenap aktivis kemahasiswaan yang tergabung dalam Forum Pemuda Mahasiswa Bogor Raya akan turut serta mengawasi masa berkampanye ini, jangan sampai para calon yang berkompetisi ini menjadikan tempat ibadah menjadi tempat berkampanye.”

“Bukan saja melanggar UUD No 10 PKPU 4 tahun 2017, namun dapat berakibat perpecahan umat bangsa ini,” tegasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*