Bima-Dedie Unggul Jauh di Survei Pilwalkot Bogor Versi Charta Politika

Konferensi pers Charta Politika tentang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2018. (dok.KM)
Konferensi pers Charta Politika tentang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2018. (dok.KM)

BOGOR (KM) – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei preferensi politik masyarakat Kota Bogor menjelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2018, di Hotel Royal Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (11/4/2018).

Menurut hasil survei tersebut, elektabilitas pasangan nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim mengungguli tiga paslon lainnya, dengan Achmad Ru’yat – Zaenul Mutaqin di urutan kedua, Edgar Suratman – Sefwelly urutan ketiga dan Dadang Danubrata – Sugeng Teguh Santoso di urutan terakhir.

Survei tersebut berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan Charta Politika pada 1-5 Maret 2018 melalui wawancara tatap muka dengan jumlah 400 responden yang tersebar di enam Kecamatan di Kota Bogor.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menjelaskan, “hasil survei tersebut karena masyarakat Kota Bogor merasa puas atas kinerja yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dibawah kepemimpinan Bima Arya dan Usmar Hariman, sehingga masih menginginkan Bima untuk jadi walikota periode kedua.”

“Ada beberapa faktor yang membuat elektabilitas Bima besar. Pertama, terkait kinerja Bima Arya selama jadi Walikota dimana Bima bersama Usmar dinilai sukses membangun kota dengan renovasi taman kota, sehingga masyarakat merasa puas dengan tingkat kepuasan di angka 62,5% dan diangka 59,0 persen menginginkan Bima terpilih kembali,” jelasnya kepada awak media (11/04)

Yunarto menuturkan, “suara masyarakat Kota Bogor ketika ditanya akan memilih siapa bila Pilwalkot dilakukan pada 5 Maret 2018, masyarakat masih memilih Bima dengan calon wakilnya Dedie Rachim. Sehingga elektabilitas Bima – Dedie masih tertinggi diantara paslon lain, yaitu dia ngka 61,0%.”

“Hasil survei kami, pasangan Bima – Dedie unggul di semua Kecamatan dan paling terbanyak di Kecamatan Bogor Selatan dengan angka 72,0%. Namun, semua itu masih banyak PR yang harus dibenahi jikalau Bima – Dedie terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota, karena berdasarkan data yang kami terima, masyarakat masih menginginkan kesejahteraan, diantaranya lapangan pekerjaan dan harga kebutuhan pokok (sembako),” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*