Surat Tuntutan Jaksa Banyak Kesalahan, Keluarga Terdakwa Penganiayaan Kapolsek Pereulak Barat Ancam Lapor ke Komisi Yudisial

ACEH TIMUR (KM) – Kasus penganiayaan terhadap Kapolsek Peureulak Barat Burhanuddin Bin Razali beberapa Bulanb yang lalu saat ini sudah masuk ke tahap persidangan di Pengadilan Negeri Idi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa 13/3/2018.

Heri Irawan alias Heri Irwansyah Bin Basyaruddin, didakwa melanggar Pasal 212 jo. Pasal 213 (2) KUHP atau Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dipotong masa tahanan dan denda Rp 2000 (Dua Ribu Rupiah), terkait dugaan penganiayaan Kapolsek Peureulak Barat tersebut, berdasarkan surat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dengan Nomor register perkara PDM-08/N.1.21/Epp.2/02/2018 yang ditandatangani oleh Fajar Adi Saputra, SH tertanggal 6 Maret 2018.

Menurut keterangan keluarga terdakwa Mhd. Yunan Nasution selaku sepupu penerima kuasa insidentil dalam perkara tersebut didampingi oleh ibu terdakwa, dalam surat tuntutan tersebut tertulis keterangan semua saksi bahwa pelaku bernama Ridwan alias Nawan.

“Jaksa penuntut umum jangan main-main karena ini menyangkut nasib orang, jika menulis tuntutan salah maka tidak menutup kemungkinan jaksa tidak benar-benar memahami perkara tersebut dan asal-asalan menuntut orang,” kata Yunan.

“Kemudian di dalam surat visum menerangkan bahwa korban hanya mengalami luka lecet namun keterangan saksi korban telinganya digigit kemudian dikunyah oleh terdakwa, seharusnya jaksa penuntut umum juga menghadirkan saksi ahli agar perkara ini menjadi terang,” ucap Yunan.

“Dan yang terakhir terdakwa Heri Irawan itu buta huruf dan diancam melanggar pasal 212 jo. Pasal 213 (2) KUHP yang ancamannya di atas lima tahun dan seharusnya wajib didampingi oleh pengacara, namun faktanya terdakwa tidak didampingi oleh pengacara, oleh karena itu kami akan melakukan upaya-upaya hukum untuk perkara ini dan kami juga akan melaporkan masalah ini ke Komisi Yudisial serta Badan Pengawas Dan Komisi Kejaksaan,” tegas Yunan.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Idi Khairul Hisam saat dijumpai awak media di ruang kerjanya menerangkan bahwa benar itu kesalahan Jaksa Penuntut Umum, karena menurutnya surat dakwaan tersebut hasil dari copy paste dan ada yang lupa dihapus.

“Itu biasa, karena surat tuntutan tersebut hasil copy paste dari kasus penganiayaan juga jadi itu biasa lah yang penting catatan persidangan,” ujarnya.

Reporter: ZK
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*