Politisi Demokrat Pertanyakan Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik 35 MW oleh Pemerintah

Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron (dok. KM)
Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mempertanyakan usulan pemerintah untuk membangun energi listrik sebesar 35 ribu megawatt.

“Sementara pertumbuhan pengguna listriknya sekarang turun, dulu rata-rata tumbuhnya 7%, sekarang turun hanya rata-rata 3%,” ucap Herman kepada wartwan usai RDP dengan Sekjen Kementerian ESDM, Kemenristekdikti dan KLHK, Rabu 7/3 di Kompleks Parlemen, Senayan.

Herman melihat ini mungkin bisa diselesaikan di tahun 2020/2021 dan ini tergantung terhadap pertumbuhan permintaan terhadap elektrifikasi di Indonesia. “Kalau pertumbuhannya turun, akibatnya target membangun 35 ribu ini kalau bisa diselesaikan pembangkitnya dulu apalagi serapan terhadap listriknya pun tidak ada.”

“Kalau dibangunnya 35 ribu, demand nya rendah juga tidak tercukupi,” lanjut politisi Partai Demokrat itu.

“Contoh sekarang ini, kita total kurang lebih sekitar 60 ribu megawatt dengan ketersediaan di Jawa saja sudah melebihi ketersediaan pembangkitnya itu sekitar 28-30%. Daerah lain memang masih minus selain Jawa yang jadi prioritas,” tambahnya.

“Selain itu kalau dari 60 ribu saja misalkan masih butuh demand, bagaimana nanti kalau sudah dibangun totalnya menjadi 95 ribu megawatt, demand nya ada gak? Berarti kalau gak ada kan jadi beban negara, jadi beban PLN nantinya,” tegasnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*