Kepala PN Langsa Ganti 3 Kali, Eksekusi Kasus Waris Tertunda-tunda

Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Langsa Kurniawan, SH saat dimintai konfirmasi dengan media dalam ruang pribadinya, Selasa 20/3 (dok. KM)
Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Langsa Kurniawan, SH saat dimintai konfirmasi dengan media dalam ruang pribadinya, Selasa 20/3 (dok. KM)

LANGSA (KM) – Humas PN (Pengadilan Negeri) Langsa Kurniawan dalam kesempatan wawancara dengan KupasMerdeka.com, Selasa (20/3) menyebutkan bahwa penundaan eksekusi terhadap suatu perkara di pengadilan membutuhkan kehati-hatian dan ketuntasan menyeluruh, karenanya penundaan eksekusi mesti diikuti.

“Sebenarnya tidak ada masalah, untuk perkara yang sudah diputuskan, upaya hukum sudah selesai, maka pelaksanaan eksekusi bagi pengadilan justru menjadi prestasi,” papar Kurniawan.

Ia menjelaskan, eksekusi sebenarnya menjadi mudah ketika prosesnya tidak kompleks, namun adakalanya eksekusi menjadi sulit dan tidak mudah, ketika proses penyelesaian perkara di tahap eksekusi masih terjadi pengajuan banding dari termohon.

Saat ini, Siti Khadijah, seorang penduduk Gampong Paya Bujuk Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro selaku pemohon yang telah memenangkan perkara atas hak waris tanah dari orang tuanya terpaksa menunggu keputusan PN Langsa untuk eksekusi. Pekan ini sedianya akan dilaksanakan proses lanjutan eksekusi.

“Perkara ini dulu, pada zamannya Pak Nur Ihwan memimpin PN Langsa, perkara yang diajukan masa itu sudah pada tahapan unmaning (kedua pihak dipanggil untuk melaksanakan eksekusi secara sukarela), namun eksekusi gagal dilaksanakan, dan Pak Nur pun berakhir masa jabatannya saat itu,” ungkap Kurniawan.

“Asas kehati-hatian adalah pertimbangan, maka eksekusi ditunda. Ketika Ismail Hidayat pada saat itu menjadi ketua PN Langsa, diajukan lagi permohonan eksekusi, sudah di unmaning, beliau pindah, berganti ke ketua PN Herri Kurniawan, sudah dipanggil, sudah ditetapkan hari eksekusinya, kemudian pada waktu eksekusi tidak jadi, sebab ada PK, ada juga perlawanan dari termohon.”

“Sebenarnya, sifat kehati-hatian eksekusi menjadi pilihan pihak PN Langsa. Siti Khadijah mengajukan kembali eksekusi, namun Dra Aisyah Wati selaku termohon eksekusi kembali melakukan perlawanan.”

“Jangan sampai setelah eksekusi terjadi lagi perlawanan, proses hukum masih dilakukan oleh termohon. Kita di pengadilan menghindari eksekusi yang tidak menghasilkan rasa keadilan dari kedua pihak sehingga bisa menyebabkan perkara tersebut menjadi runyam,” demikian tutup Kurniawan mengakhiri keterangannya.

Reporter: Red/MN
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*