Air Minum “Suli 5” Ingin Ingatkan Peminum untuk Sholat 5 Waktu

Titi Wijayanti (tengah) didampingi Tim Marketing air minum
Titi Wijayanti (tengah) didampingi Tim Marketing air minum "Suli 5"

DEPOK (KM) – Air minum dalam kemasan (AMDK) kini semakin banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dipicu dengan terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan air bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Banyak varian air minum kemasan tersebut yang dapat dengan mudah ditemukan baik di pusat perbelanjaan besar, perkantoran, hotel, tempat hiburan hingga di penjual emperan toko dan kaki lima.

Besarnya animo masyarakat terhadap kebutuhan air mineral tersebutlah yang menyebabkan munculnya pengusaha-pengusaha besar hingga kelas UKM untuk berbisnis produksi AMDK.

Berdasarkan Permenkes No. 907 tahun 2002, dijelaskan:

1. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
2. Sampel air adalah air yang diambil sebagai contoh yang digunakan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.
3. Pengelolan penyediaan air minum adalah badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat.

Terkait dengan kualitas air dijelaskan melalui peraturan pemerintah no. 20 tahun 19990 yang mengelompokkan air menjadi beberapa golongan yaitu:
1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum.
3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
4. Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri, dan PLTA.

Kini di pasaran AMDK, air minum merk Suli 5 turut meramaikan, khususnya yang berada di wilayah Kota Depok.

“Air minum produksi kami sudah memenuhi syarat aspek legalitas dan kesehatan serta sudah standar SNI dan ada sertifikat halalnya,” ujar Tuti, pemilik dari air minum merk Suli 5.

“Kita sudah SNI dan punya laboratorium sendiri untuk pemeriksaan bahan baku air yang dikirim dari pegunungan sebelum masuk tangki,” sambut Hendri selaku marketing.

“Air Suli 5 ini adalah air murni dengan TDS 0 dan tidak menyebabkan kembung jika diminum meskipun langsung diminum dua botol, karena tidak adanya polutan dalam air sehingga dapat langsung menyerap dalam tubuh,” lanjut Hendri.

Saat ditanya makna dari Suli 5, Hendri kembali menjelaskan bahwa Suli 5 adalah “Siar Untuk Luaskan Islam dengan 5 waktu”.

“Jadi kalau ingat air Suli ingat sholat 5 waktu,” jelasnya lebih lanjut.

Menurut Titi selaku pemilik, air minum produksinya bisa dibilang sebagai “air kehidupan”.

“Langsung dapat dirasakan reaksinya ketika diminum, jika yang minum dalam kondisi capek atau kelelahan, maka air yang diminum terasa ada pahit nya, dan sebaiknya dikonsumsi hingga 5 botol untuk mengembalikan kebugarannya,” terang Titi.

Selain sebagai air minum, Suli 5 diklaim juga untuk air terapi kesehatan. “Bisa juga sebagai pelembab kulit wajah dengan cara air nya dimasukkan kewadah spray lalu tinggal disemprotkan, dan ini sedang dikerjasamakan dengan travel perjalanan haji untuk digunakan jamaah saat melaksanakan ibadah haji dalam suasana terik matahari,” kata Hendri.

Saat ditanya kontribusinya terhadap lingkungan sekitar, pemilik PT Fenishelo Suryawijaya yang bernama lengkap Titi Wijayanti mengatakan bahwa dirinya menyokong kegiatan yang diselenggarakan di masjid-masjid.

“Jadi di masjid manapun yang akan mengadakan kegiatan pasti kami support dengan air minum, banyak juga yang datang minta untuk dibantu kegiatan… ya kami support, ada event-event juga kami siap bantu,” jelasnya lagi.

Di penghujung wawancara, Titi mengatakan untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi air minum.

“Jadi teliti dulu sebelum membeli, jangan asal murah namun tidak memperhatikan aspek kualitas dan kesehatan,” pesannya untuk semua konsumen.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*