Walikota Tangerang: “Jadikan Tangerang Expo 2018 Sebagai Peluang Investasi”

TANGERANG (KM) – Dalam rangka ulang tahun ke-25 Kota Tangerang, Dinas Koperasi dan UKM mengadakan Tangerang Expo 2018 yang dilaksanakan tanggal 27 Februari 2018 hingga 3 Maret 2018 di lapangan bekas terminal Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Pejabat Sementara Wali Kota Tangerang, M Yusuf mengatakan bahwa kendala UMKM antara lain adalah masalah akses ke pasar, permodalan, penerapan teknologi, pusat pelatihan dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu pengembangan sektor UMKM ini menjadi perhatian pemerintah agar tidak tenggelam seiring dengan gempuran produk ekspor dan persaingan global.

“Disini ditegaskan bahwa bergesernya model pengelolaan ekonomi tradisional kepada digital ekonomi maka usaha mikro harus lebih kreatif dalam menapaki persaingan yang sangat kompetitif,” katanya.

“Berbicara pasar tentunya maka perlu adanya wawasan bagi sumber daya manusia bidang usaha mikro, segmentasi apakah untuk pasar lokal, regional, nasional atau internasional. Karena SDM UMKM masih terbatas sehingga pemerintah kota melalui dinas Koperasi dan UKM harus lebih kreatif dalam membuka dan memfasilitasi UMKM. Bahwa pasar lokal di wilayah Tangerang masih banyak sasaran yang harus digarap apalagi pasar regional Banten dan seterusnya. Maka Dinas Koperasi dan UKM memiliki peran yang strategis di dalam mengelola UMKM. Provinsi Banten juga sedang mengembangkan UMKM yang banyak maka dari itu peran dinas harus kreatif dalam memfasilitasi,” terang Staf Ahli Gubernur bidang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan ini.

“Dalam UU No.20 tahun 2008 tentang UMKM mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah bersama-sama memberdayakan dan mengembangkan UMKM yang ada. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun perekonomian nasional sehingga berbagai program terus dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah propinsi atau pemerintah kota/ kabupaten. Berbagai upaya telah dilakukan pada sektor UMKM di tanah air termasuk sumber daya manusia, peluang bisnis atau pelatihan-pelatihan. Dan pemerintah harus memfasilitasinya,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa untuk masuk ke pasar bebas, produk UMKM harus kompetitif, punya segmentasi pasar antara lain keunikan produk dan tidak ikut-ikutan sehingga pelaku UMKM harus siap menghadapi persaingan sehingga harus terus meningkatkan inovasi- inovasi melalui pelatihan, juga dengan pemasaran produk.

“Melalui ekspo ini selain sebagai sarana promosi dan pemasaran produk- produk UMKM di wilayah Tangerang, kegiatan ini bisa digunakan sebagai peluang investasi serta ajang penyebarluasan informasi mengenai program kegiatan pemerintah kota Tangerang khususnya di bidang pelayanan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat serta peran masyarakat dalam upaya membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi UMKM yang ada di Kota Tangerang, serta meningkatkan peran serta masyarakat terhadap produk dalam negeri menuju Kota Tangerang sebagai kota layak huni, kota layak investasi dan layak dikunjungi sebagaimana konsep Tangerang LIVE sebagai nafas pembangunan di Kota Tangerang,” tutupnya.

Reporter : Marsono Rh S.Pd
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*