Polsek Cariu: “Yang Diamankan Aparat di Bojong Koneng Bukan PKI, Tapi Orang dengan Gangguan Jiwa”

BOGOR (KM) – Polsek Cariu melakukan klarifikasi terkait beredarnya informasi palsu atau berita hoax di media sosial terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah hukum Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor yang diduga PKI, Minggu (18/02/2018).

Sebelumnya, saat Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Bantarkuning, Kecamatan Cariu, sedang melakukan monitoring wilayah Desa Bantarkuning, mereka melihat orang dengan gangguan jiwa yang sedang melintas.

Mereka kemudian mencoba untuk mengamankan orang yang diduga ODGJ tersebut, namun dikarenakan lari, maka masyarakat membantu menangkap dan mengamankan orang tersebut. Karena sempat berontak, untuk keamanan di jalan dan dikendaraan, maka ODGJ tersebut diikat sampai merasa tenang dan kemudian dibawa ke Polsek Cariu untuk dibersihkan atau dimandikan dan diberi makan. Setelah dimandikan dan diberi makan, orang dengan gangguan jiwa tersebut diserahkan ke Sat Pol PP Kecamatan Cariu untuk diantarkan atau diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

“Terkait berita yang saat ini viral di media sosial atau Facebook tentang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah hukum Kecamatan Cariu yang diduga PKI itu tidak benar, orang tersebut merupakan ODGJ yang tertangkap pada saat Operasi ODGJ di wilayah hukum Polsek Cariu pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2018 sekitar jam 16.45 WIB di Kp Bojong Koneng RT 09/05 Desa Bantarkuning Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor,” ujar Kapolsek Cariu.

ODGJ tersebut pun tidak membawa parang atau senjata tajam, katapel dan handphone.

Orang dengan gangguan jiwa tersebut sudah diserahkan kepada instansi terkait yaitu Sat Pol PP Kecamatan Cariu untuk diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

“Namun diduga ada oknum masyarakat yang sengaja mengupload foto tersebut ke medsos atau Facebok seolah-olah ODGJ tersebut adalah jelmaan PKI yang sedang viral di media sosial,” jelas Kapolsek.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*