Legislator: “Kalau Sekolah Paksa Ikut Study Tour yang Mahal, Laporkan ke Dinas Pendidikan”

Anggota DPR-RI Komisi X, Marlinda (dok. KM)
Anggota DPR-RI Komisi X, Marlinda (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kegiatan study tour di sekolah-sekolah yang diadakan tiap tahun mulai dari tingkat SMP sampai SMA terkadang mengharuskan siswa-siswi di setiap sekolah untuk ikut dan membayar sejumlah uang hingga jutaan rupiah.

“Kegiatan ini bisa menjadi penting bagi mereka yang mampu, namun bagaimana dengan mereka yang tidak mampu? Sementara harus tetap mengikuti kegiatan tersebut. Aneh memang!” ujar Anggota Komisi X DPR-RI Marlinda.

“Pada prinsipnya, biaya di luar sekolah harus didiskusikan bersama komite sekolah dan tidak boleh memberatkan orang tua murid,” sambungnya.

“Sekolah tidak boleh mewajibkan siswanya untuk membayar study tour untuk siswa yang tidak berangkat atau ikut,” ujar Marlinda, saat di hubungi KupasMerdeka.com, Senin 26/2, Jakarta.

Lebih lanjut Marlinda mengungkapkan, “Komite atau orang tua murid bisa melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat apabila ada pemaksaan dari sekolah yang bersangkutan,” tegas politisi Golkar itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*