Kapolres Bogor Perintahkan untuk Jaring Semua Orang Dengan Gangguan Jiwa yang Berkeliaran

Anggota kepolisian memandikan orang dengan gangguan jiwa di Bogor, Rabu 21/2 (dok. KM)
Anggota kepolisian memandikan orang dengan gangguan jiwa di Bogor, Rabu 21/2 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dengan maraknya isu yang meresahkan masyarakat terkait penyerangan kepada tokoh agama yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa, Polres Bogor melakukan tindakan cepat untuk merespon perkembangan tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek agar “meningkatkan kewaspadaan” dan melakukan penjaringan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang “berkeliaran” di wilayah Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan kegiatan patroli dan penjaringan ODGJ ini bekerjasama dengan tokoh agama, Satpol PP Kabupaten Bogor dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Dalam kurun waktu 10 hari, Polisi berhasil mengamankan sekitar 89 ODGJ.

Aparat Gabungan mengedepankan pendekatan persuasif terhadap ODGJ tersebut dengan cara memandikan, menggantikan baju, memberi makan, dan menyerahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

“Pelaksanaan penjaringan terhadap ODGJ tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri atau persekusi di tengah masyarakat, serta memberikan rasa tenang di tengah masyarakat dan membuktikan bahwa isu yang beredar selama ini adalah tidak benar,” jelas AKBP Andi dalam keterangan persnya, Rabu 21/2.

“Beredarnya isu penyerangan terhadap ulama oleh orang gila menimbulkan rasa kecemasan di tengah masyarakat. Sehingga masyarakat selalu merasa bahaya bila ada orang gila yang berkeliaran. Padahal masyarakat bisa segera melapor kepada kepolisian terdekat sehingga tidak terjadi main hakim sendiri atau persekusi,” sambungnya.

Kapolres Bogor juga menghimbau Kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kapolres juga akan dengan tegas menindak siapa saja yang menyebarkan informasi tidak benar itu.

Untuk itu Kapolres menghimbau kepada Polsek di Jajaran Polres Bogor agar mengajak dan menggerakkan kegiatan Siskamling bersama masyarakat, agar dapat bersama-sama menjaga keamanan di lingkungannya.

Sampai saat ini Polisi sudah menindaklanjuti 6 kasus yang berkaitan dengan orang dengan gangguan jiwa yang menjadi isu di media sosial yang meresahkan masyarakat Kabupaten Bogor, seperti di Babakan Madang, Cigudeg, Cileungsi,Caringin dan Ciawi.

“Namun setelah ditelusuri oleh kepolisian ternyata isu penyerangan terhadap tokoh agama yang diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa tersebut terbukti tidaklah benar,” kata Kapolres.

“Bahkan karena isu tersebut, orang dengan gangguan jiwa menjadi korban kekerasan akibat hasutan dari seorang oknum salah satu ormas yang menyatakan bahwa orang dengan gangguan jiwa tersebut adalah antek dari organisasi terlarang.”

“Dari 6 isu yang beredar hanya 1 kasus yang ditangani oleh kepolisian yakni yang terjadi di Cileungsi pada tanggal 10 Februari 2018 yang lalu, sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap 6 orang pelaku yang terlibat dan terjerat dengan pasal Undang-Undang ITE dan KUHP,” tutupnya.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*