HUT FPII Ke-1 Kenang Pionir dan Ikonik Pejuang Pers Merry Panjaitan

(dok. FPII)
(dok. FPII)

JAKARTA (KM) – Forum Pers Independen Indonesia (FPII) lahir dalam keprihatinan bangsa dan menjadi satu-satunya lembaga pers yang tegas menentang kebijakan verifikasi dan barkode yang diberlakukan oleh Dewan Pers kepada perusahaan-perusahaan pers di seluruh Indonesia, yang dianggap membelenggu kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

Genap satu tahun kelahirannya, pada Selasa kemarin, 6 Februari 2018, FPII menggelar Hari Ulang Tahunnya dengan kesederhanaan yang dipusatkan di Kantor FPII Sekretariat Wilayah (Setwil) Provinsi Jawa Barat di Bekasi dalam suasana khidmat, dengan pembacaan tahlil dan doa tidak saja bagi masa depan FPII, namun juga tahlil dan doa mengenang pejuang-pejuang pers yang telah membuktikan darah juangnya bagi kebebasan pers di Indonesia.

Seminggu sebelum pelaksanaan HUT Pertama ini, FPII harus kehilangan salah satu Pionir dan ikon bagi Perkembangan dunia pers di Jawa Barat dan contoh terbaik bagi tumbuhkembang FPII sejak pertama dilahirkan. Ikon dan Pejuang tersebut adalah Merry Panjaitan, Ketua FPII Sekretariat Wilayah Provinsi Jawa Barat yang tiba-tiba berpulang ke sang Pencipta.

Merry merupakan salah satu Pemimpin Sekretariat Wilayah terbaik yang telah membangun hampir semua Pengurus Kordinator Wilayah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dengan semangat juang yang sulit tergantikan. Merry adalah Ikon bagi Kebebasan Pers dalam tubuh FPII.

Dan Selasa, masih dalam keadaan berkabung, HUT pertama FPII digelar bersama mengenang perjuangan Merry Panjaitan, Darwis Suhendar, Pepen, dan para pejuang pers lainnya

HUT ini juga menandakan geliat FPII dengan melaunching ID Card FPII yang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah dengan transaksi elektronik seperti pembayaran e-Tol, dan pembayaran lainnya.

Dihadiri langsung Presidium, Sekretaris Nasional, Para Deputi, Pengurus Sekretariat Wilayah Jawa Barat dan Pengurus Korwil Kabupaten/Kota Bekasi, HUT FPII Pertama diawali dengan serangkaian Doa dan Tahlil serta diakhiri dengan acara Tumpengan dan santap Ayam Bekakak.

Acara ini juga dihadiri oleh Lembaga Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) dan tamu undangan lainnya.

Acara HUT FPII juga dilaksanakan sejumlah Pengurus Sekretariat Wilayah di sejumlah Provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Presidium FPII, Kasihhati meminta seluruh Pengurus dan Anggota FPII di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga marwah FPII, menjaga profesi kewartawanan dan tetap berdiri pada UU PERS No. 40 tahun 1999, tetap menjaga hati dan nurani pada kejujuran yang sesungguhnya.

Secara khusus, Kasihhati meminta untuk meneruskan perjuangan Almarhumah Merry Panjaitan dalam membesarkan FPII dan membela insan pers.

“Kita semua kehilangan. Seluruh Keluarga Besar FPII merasa kehilangan Ibu Merry, tapi kita tidak boleh larut dalam kesedihan terus-menerus. Tunjukkan perjuangan Ibu Merry tidak sia-sia, jalankan program-program yang telah dirancang Almarhumah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Presidum FPII memberikan Penghargaan ID CARD “LIFE ACHIEVEMENT” kepada para pejuang FPII yang telah meninggal dunia, Merry Panjaitan (diwakili Sekretaris FPII Setwil Jabar), dan Almarhum Darwis Sunandar (diwakili Pembina FPII Setwil Jabar).

(Tim/FPII)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.