“Gerilya” di Bogor Selatan, Bima Arya Janjikan Peningkatan Perbaikan RTLH di Daerah Pinggiran

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Bima Arya dan Dedie Rachim saat
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Bima Arya dan Dedie Rachim saat "gerilya" di Kecamatan Bogor Selatan, Jumat 16/2 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Bima Arya dan Dedie Rachim (BADRA) terus terjun ke wilayah untuk menyerap aspirasi warga, dan giliran kawasan Kecamatan Bogor Selatan yang menjadi sasaran gerilya, Jumat 16/02/2018.

Mengawali aktivitas dengan Sholat Jumat di Masjid Al-Furqon, Cibeureum RW 05 Kelurahan Mulyaharja Bogor Selatan, Kota Bogor, Bima Arya melanjutkan dengan berdialog dengan warga setempat.

Sejumlah harapan warga terucap. Seperti biasa, Bima nampak mencatat setiap aspirasi, kritik dan dukungan yang ditujukan kepadanya. Mulai dari soal peredaran miras, sertifikat tanah, BPJS, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penerangan jalan hingga potensi wisata Sungai Cibeureum.

“Kalau diperkenankan melanjutkan, Insya Allah akan meningkatkan fasilitas infrastuktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah. Komitmen kami ke depannya akan konsentrasi di pembangunan wilayah pinggiran kota dengan memperbanyak perbaikan RTLH. Satu tahun pengajuan sampai 8000-an. Yang disetujui 2000-an lebih. Jadi 2023 nanti target kami akan bisa memperbaiki 20 ribu RTLH,” ungkap Bima.

“Selain pembangunan infrastruktur, kami juga fokus terhadap akhlak, budi pekerti dan karakter warganya,” tambahnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan bergerilya ke warga Kelurahan Cikaret RT 04/RW 08, Bogor Selatan. Di sana, pasangan BADRA disambut hangat warga yang kebanyakannya kaum ibu. Bima-Dedie juga terlihat mengunjungi rumah Irma, seorang warga yang memiliki balita dengan gangguan saraf sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.

Bima Arya lantas memerintahkan ajudannya untuk mencatat nomor telepon dan alamat rumah tersebut. Bima kemudian mengupayakan balita tersebut untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Karena selama ini, balita tersebut hanya dibawa ke pengobatan alternatif, bukan dokter.

Perjalanan Bima Arya dan Dedie Rachim dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah RTLH yang sudah direnovasi.

“Saya ingin memastikan bahwa kualitas materialnya sesuai spek yang dibutuhkan,” kata Bima.

Saat sedang bergerilya dan melayani swafoto bersama warga, Bima Arya dibuat kaget saat bertemu Rahmat, guru Bahasa Indonesianya sewaktu bersekolah di SMA Negeri 1 Bogor.

“Bima Arya ini waktu SMA sosok yang kalem, berdisiplin dan tidak terlalu menonjolkan diri. Makanya saya tidak heran bisa menjadi walikota seperti sekarang. Angkatan dia saja sudah ada lima yang bergelar profesor. Saya harap agar Bima Arya selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Rahmat.

Setelah berjalan kaki sekitar 5 kilometer, pasangan Badra dengan nomor urut 3 (tiga) ini kemudian meresmikan sebuah posko bernama ‘Imah Bala Badra’ di Jalan Kapten Yusuf, Cikaret.

Dalam kesempatan itu Dedie sempat memperkenalkan salam Badra dengan tiga jari, yakni jempol, telunjuk dan jari tengah seperti sedang menembak.

“Artinya ada banyak. Yang pertama, artinya dua periode lebih jempol. Kemudian, kenapa seperti sedang menembak? Karena kami ingin pembangunan harus tepat kepada sasaran. Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Jadi nanti RTLH harus sampai, bantuan pendidkan harus sampai, kesehatannya harus sampai, semuanya harus dinikmati dan sampai kepada warga,” jelasnya, disambut riuh tepuk tangan.

Gerilya diakhiri dengan kunjungan ke kediaman pemilik Gong Factory, H Sukarna (93) di kawasan Pancasan. Bima-Dedie mengapresiasi semangat sesepuh Bogor itu yang sampai saat ini memproduksi alat musik gong yang sudah mendunia dan menjadi kebanggaan Kota Bogor.

Reporter: Dody/TM Badra
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*