FPII Tuding Ketum PWI Lakukan Kampanye Terselubung di HPN 2018

(stock)
(stock)

JAKARTA (KM) – Masyarakat pers dibuat terkejut dengan pemberitaan media mainstream nasional terkait pernyataan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono yang mengajak masyarakat Sumatera Barat memilih Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Ajakan itu disampaikan Margiono saat pidato pembukaan acara Hari Pers Nasional kemarin 9/2. Menurut Ketua Presidium FPII, pernyataan itu bisa diartikan bahwa Margiono melakukan kampanye terselubung di acara yang secara khusus didedikasikan bagi warga pers dan jurnalisme Indonesia, padahal masih banyak persoalan yang membelit dunia Jurnalis di Indonesia.

“Seharusnya Ketum PWI dapat menjaga marwah Organisasi Pers untuk tetap bersikap netral dan independen,” jelas Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia, Kasihhati dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Kasihhati, seruan atau ajakan untuk memilih Presiden di Pilpres 2019 nanti tidak pantas dibicarakan di ajang sepenting Hari Pers Nasional. “Sebab sudah jelas kan apa itu tupoksi Pers? Jadi tidak seharusnya ada kampanye terselubung di HPN 2018.”

“Masih banyak persoalan yang menimpa jurnalis seperti kesejahteraan dan perlindungan terhadap jurnalis dari tindak kekerasan yang kerap terjadi, atau adanya kriminalisasi terhadap jurnalis dan seharusnya itu yang lebih diperhatikan Margiono di HPN,” terang Kasihhati.

“Jadi jelas, Margiono telah keluar dari marwah pers, itu yang kami sayangkan. Jangan sampai nanti orang berpikir bahwa PWI sudah diarahkan ke gerbong politik Jokowi. Saya kira ini langkah mundur Margiono,” tutup Kasihhati.

Reporter: Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Julianta sembiring .Amdmi.SH.SE 10/02/2018 at 5:22 pm

    Ijin komen …klo ketum PWI diduga kampanye terselubung dukung RI satu jadi presiden 2019-2024 sudah tdk ada lagi harga diri PERS apa lagi saat HPN 2018 jd PERS smpe kapan pun hanya slogan pilar ke 4 pembangunan Ri Yang sy cermati begitu wartawan terima uang kena pasal 368 sangat sadis jdi yang boleh terima uang DPR sbg wakil rakyat wartwan bukan wakil rakyat sy sngt sedih smoga ketum yang baru yg akan datang bs mencrmati keluhan wartawan karena NKRI

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.