Tim Penyidik Polres Aceh Utara Rekonstruksi Ulang Kasus Pembunuhan Wanita Lansia

Tersangka kasus pembunuhan dan perampasan AI alias Akiong (46), saat Reka ulang adegan tersangka mendorong korban ke sumur dalam rekonstruksi dilokasi rumah korban di gampong Ceubrek, Kamis 11/1 (dok. Raz/KM)
Tersangka kasus pembunuhan dan perampasan AI alias Akiong (46), saat Reka ulang adegan tersangka mendorong korban ke sumur dalam rekonstruksi dilokasi rumah korban di gampong Ceubrek, Kamis 11/1 (dok. Raz/KM)

ACEH UTARA (KM) –  Rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampasan terhadap Ainsyah (76) wanita lanjut usia (Lansia) digelar Kamis (11/01/2018) oleh Tim Penyidik Polres Aceh Utara dengan tersangka tunggal Al alias Akiong (46), yang melakukan perbuatan kejinya itu pada Jumat 22 Desember 2017 lalu di rumah Ainsyah di desa (gampong) Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara.

Ainsyah juga dirampas barang berharganya oleh pelaku, berupa satu buah cincin emas, uang tunai Rp 50 ribu dan handphone. Kemudian, korban ditemukan oleh anaknya bernama Irwan (38), di dalam sumur rumahnya Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB kala itu.

Sebelum meninggal, korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat karena menderita luka di bagian kepala dan dada diduga akibat terbentur cincin sumur.

Saat ditemukan, Ainsyah masih bernapas, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas.

Wakapolres Aceh Utara Kompol Suwalto di lokasi reka ulang kepada awak media menjelaskan, rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampasan mulanya ini direncanakan 25 adegan yang diperagakan oleh pelaku, namun hanya 18 adegan yang berhasil dilakukan.

“Rekonstruksi terpaksa harus dihentikan, karena salah satu dari keluarga korban terlihat mengamuk dan sempat menghadang Akiong. Karena pihak keluarga korban sudah terlihat geram dan mulai mengeluarkan kata cacian dan makian, rekonstruksi harus dihentikan, dan rencananya sisa adegan akan digelar di tempat lain yang lebih aman,” kata Suwalto.

Tersangka terpaksa harus dilarikan dari lokasi rekonstruksi di Gampong Ceubrek, agar tidak terjadi amuk massa. Tangisan pun terdengar dari keluarga korban, apalagi saat tersangka memperagakan korban diceburkan ke sumur hingga korban dinyatakan meninggal dalam kasus ini. Adegan rekonstruksi diperagakan, mulai dari tersangka pelaku memperagakan datang masuk ke rumah korban, hingga tersangka menceburkan wajah korban ke sumur dan merampas cincin emasnya. Insiden pun terjadi, namun berhasil dilerai oleh petugas bersenjata lengkap yang mengawal saat jalannya rekonstruksi.

Sejumlah petugas yang mengawal jalannya rekonstruksi ini langsung mengamankan Akiong ke dalam mobil, hingga terakhir dilarikan dari lokasi untuk menghindari amukan massa.

Rekonstruksi ulang kasus ini disaksikan langsung Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara, dan keluarga korban.

Ratusan warga tetangga berdatangan, walaupun mereka tidak diizinkan masuk karena di lokasi rekonstruksi sudah terpasang garis police line yang melintang dan hanya para petugas dan orang yang berkepentingan yang diperbolehkan masuk.

Reporter: Azhar
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*