Polres Bogor: Jembatan Roboh di Tanjungsari Karena Beban Lebihi Kapasitas 

BOGOR (KM) – Pasca terputusnya jembatan gantung di lokasi wisata Penangkaran Rusa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan puluhan pengunjung jatuh ke sungai, satu diantaranya meninggal dunia, Polres Bogor bersama jajarannya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (2/1/2017).

Selain pihak Polres Bogor, turut hadir Dandim 0621 Letkol Inf. Fransisco bersama jajarannya. Pihak aparat kepolisian setempat selain melakukan olah TKP juga meminta keterangan dari berbagai saksi-saksi serta dari pengelola tempat wisata dengan kata lain pihak Perhutani.

KupasMerdeka.com Berita Bogor

Kondisi jembatan roboh di kawasan Penangkaran Rusa di Kecamatan Tanjungsari, Bogor 2/(dok. KM)

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin, kepada wartawan mengatakan bahwa jajarannya sedang melakukan penyelidikan terkait musibah putusnya jembatan gantung wisata penangkaran rusa. “Pada malamnya pasca tragedi tersebut, jajaran kami sudah memeriksa saksi sebanyak tiga orang yang berketerkaitan,” terangnya.

“Ketiga saksi yang sudah kami periksa merupakan petugas pihak pengelola yang berjaga dilokasi wisata ini. Karena masih dalam proses olah TKP, nanti hasil akhirnya akan kita sampaikan,” ucap Iptu Muhaimin.

Lanjut, Kapolsek Tanjungsari, jika ditemukan kelalaian dari pihak pengelola itu sendiri, nanti akan kita sesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku.

Ditempat yang sama, Dandim 0621/Bogor, Letkol Inf. Fansisco, mengatakan terkait kelayakan, jembatan gantung itu sebenarnya masih layak digunakan. “Kalau dilihat masih layak kontruksinya, namun karena melebihi beban kapasitas yang seharusnya hanya 10 orang, karena dilewati hingga 30 lebih orang akhirnya jembatannya terputus,” pungkasnya.

“Untuk para pengunjung yang menjadi korban musibah ini, informasinya pihak pengelola bertanggung jawab,” tambahnya.

Reporter: Yudhi/RED
Editor: HJA 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*