Bermodalkan Kawasan Wisata Pasir Bakukung, Desa Purasari Leuwiliang Targetkan Jadi Desa Wisata Tahun 2018

Pintu gerbang Wisata pasir Bakukung, Bogor (dok. KM) Pintu gerbang Wisata pasir Bakukung, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Begitu banyak pesona kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Bogor, salah satunya Pasir Bakukung, yang namanya saat ini sedang ramai diperbincangkan di kalangan warga di Kabupaten Bogor bagian Barat.

Pasir Bakukung merupakan pesona alam yang menjadi alternatif tujuan untuk wisata keluarga. Lokasi wisata yang berada di kaki Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi.

“Berwisata ke Pasir Bakukung bersama keluarga di liburan ini untuk menikmati pemandangan alam disini,” ucap salah satu pengunjung yang berasal dari Cigudeg, Bogor, Ema (35), kepada kupasmerdeka.com, Senin 01/01/2018.

“Enak juga pemandangan alam disini masih asri dan alami, yang sangat cocok untuk wisata keluarga, sambil menghilangkan penat suasana kota,” lanjutnya.

Saat ditemui di lokasi, Kepala Desa Purasari Anwar menyampaikan permohonan maaf kepada para pengunjung, karena lokasi wisata Pasir Bakukung belum sepenuhnya rampung.

“Selaku Kepala Desa saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kawasan wisata ini belum sepenuhnya rampung, masih dalam tahap pembenahan dan masih banyak lagi yang harus di perbaiki,” kata Anwar. 

“Saya bersyukur kehadiran tempat wisata Pasir Bakukung bisa meningkatkan ekonomi di wilayah ini khususnya untuk warga Desa Purasari.” 

“Saya harapkan bantuan serta doa agar Purasari menjadi Desa Wisata dan hal itu bisa direalisasikan di tahun 2018 ini,”  pungkasnya.

Reporter: ATV
Editor: HJA 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*