Harry Ara: “Pemkot Bogor Jangan Jaim Untuk Minta Bantuan ke Pemerintah Pusat untuk Kembangkan Ekonomi”

KOTA BOGOR (KM) – Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang menjelaskan tentang perkembangan dari perekonomian.

Economic growth atau pertumbuhan perekonomian ini mengukur adanya pertambahan dari pendapatan nasional agregatif maupun pertambahan dari output dalam kurun waktu tertentu.

Ketua Umum Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU Indonesia) Harry Ara menjelaskan, “pertumbuhan ekonomi ini dapat mempresentasikan adanya upaya dari peningkatan jumlah atau kapasitas produksi jasa maupun berbentuk barang secara fisik di dalam kurun atau periode waktu tertentu,” jelasnya kepada kupasmerdeka.com Sabtu (20/01/2018).

“Peningkatan kapasitas produksi jasa maupun berbentuk fisik dari sektor Ekononi Mikro harus menjadi concern pemerintah dan Pemerintah Daerah. Bicara soal Kota Bogor dengan menetapnya Presiden RI di Kota Bogor, maka sangat tepat jika potensi sumber daya manusia (SDM) Kota Bogor [ditingkatkan].”

“Potensi ini dapat dijadikan contoh untuk digerakkan ekonomi mikro nya sehingga menjadi contoh untuk daerah lain, mengingat angka pengangguran di Kota Bogor masih cukup tinggi sekitar 40.200 jiwa,” ungkap Harry.

Harry menuturkan bahwa ini merupakan “masukan dan kritik konstruktif” bagi Pemerintah Kota Bogor.

“Dengan Presiden tinggal dan bekerja di Kota Bogor, jangan terlalu jaim minta bantuan Pemerintah buat Kota Bogor.”

“Jangan jadi Bogor mah kesohor semancanegara tapi warganya teriak sulit dan susah,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*