Guru SDN Kotabatu 5 Dituding Paksa Murid Beli Buku Panduan Persiapan Ujian

BOGOR (KM) – Aturan tentang larangan para guru melakukan penjualan buku di Kabupaten Bogor ternyata hanya isapan jempol belaka.

Bahkan Dinas Pendidikan (Disdik) terkesan tutup mata akan maraknya pelanggaran tersebut.

Pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru yang juga PNS terjadi di SDN Kotabatu 05 di Desa Kotabatu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Apip, wali kelas VI B, diduga memaksa siswa kelas 6 untuk membeli buku panduan untuk persiapan ujian akhir dengan harga nominal yang dianggap cukup memberatkan orang tua wali murid dengan nominal Rp 50 ribu/ siswa.

Mirisnya lagi, perbuatannya tersebut diikuti oleh Ocat, wali kelas VI A di sekolah yang sama.

Menurut salah satu orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya, “Dengan adanya anak kami menjelang persiapan ujian akhir, kami orang tua murid beragam cara dilakukan guna kelancaran anak kami dapat meluluskan ujiannya. Pihak sekolah yang secara halus memaksa kami untuk membeli buku panduan pun kami lakukan, guna mendukung anak kami belajar menghadapi ujian, tapi jika dipikirkan kami telah menilai sebuah buku ini memang sudah sangat memberatkan kami,” ujarnya.

“Saat ini sedang mengumpulkan dana persiapan untuk anak kami mendaftar kepada sekolah SMP, nantinya jelas kami sangat membutuhkan dana persiapan yang tidak sedikit, terlebih sekolah pun belum semua kegiatan yang harus diikutsertakan anak kami seperti perpisahan dan lain sebagainya. Kami bukanlah objek bisnis atau alat bahan untuk para guru yang pandai memanfaatkan situasi seperti ini,” keluh ibu itu kepada kupasmerdeka.com.

Terkait kasus penjualan buku tersebut, KM mencoba konfirmasi kepada pihak sekolah, namun kepala sekolah Agus tidak ada di tempat.

Sementara itu, Ocat dan Apip membenarkan bahwa ada penjualan buku Smart yang diwajibkan dengan bahasan materi ujian semester 2 dengan nominal Rp. 50.000 per satu siswa.

Ocat pun menjelaskan, “ya kang kalo memang perlu rekomendasi dari pihak Dinas Pendidikan saya akan ajukan rekomendasi ini kang,” singkatnya saat ditemui Selasa pagi (23/1).

Adapun buku tersebut sudah disebar luas kepada murid kelas 6 A dan 6 B tanpa ada kesepakatan dengan wali murid.

Reporter : Budi
Editor :

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*