BNN Ringkus 4 Anggota Sindikat Pengedar Narkoba, Sita Puluhan Kilogram Shabu

ACEH TAMIANG (KM) – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai Provinsi Aceh mengadakan Konferensi Pers terkait hasil penangkapan narkotika jenis shabu-habu yang dilakukan oleh pihak Tim Opsnal Gabungan BNN pusat dan BNN provinsi Aceh, yang berlangsung di Halaman Depan Kantor BNNK Aceh Tamiang, Jumat (12/01/2018).

Konferensi Pers tersebut dipimpin oleh Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Pol Arman Depari bersama Bupati Aceh Tamiang Mursil, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, Kasat Narkoba Polres Aceh Tamiang Iptu Yudistira Putra, Kepala BNN Kota Langsa dan BNNK Aceh Tamiang serta Pabung Kodim 0104/Aceh Timur Mayor Inf A. Yani. 

“Dari hasil operasi tersebut kami berhasil mengamankan empat orang sebagai tersangka masing-masing Amri, Junaidi, Saifinnuh dan Ramli serta satu orang lagi yang diduga kuat sebagai otak pelaku bersinisial DB masih dalam pengejaran sehingga akan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) BNN RI, dan kesemuanya tersangka tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Irjen Pol Arman.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka kami berhasil menyita dan mengamankan barang bukti seberat 40.230 Kg Narkotika jenis Shabu Kelas 1 yang dikemas apik sebanyak 40 bungkus, beberapa unit handpone dan satu unit sepeda motor,” tambahnya. 

Lebih lanjut Arman mengungkapkan,  “kesemua narkotika yang kita amankan ini berasal dari Penang Malaysia yang diselundupkan melalui jalur perairan laut dengan menggunakan “Oskadon” (kapal motor), dan saat ini kapal motor tersebut sudah diamankan oleh pihak  Polisi Air di Pelabuhan Kuala Langsa,” ungkapnya lagi. 

“Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah rawan dengan penyelundupan narkoba, mengingat sebagian besar daerah Aceh Tamiang terletak di pesisir laut yang menjadi sasaran utama penyelundupan barang haram narkoba, dengan demikian seluruh lapisan masyarakat hendaknya mampu menangkis dan membentengi diri agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba yang merusak disemua kalangan masyarakat,” tuturnya. 

Diakhir penjelasannya, Irjen Arman Depari mengatakan bahwa keempat tersangka akan dijerat pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) undang -undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Reporter: Andi KM
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*