Bela Zulkifli Hasan Terkait Tuduhan “Partai Pendukung LGBT”, Ali Taher: “Ketua MPR Mungkin Punya Pandangan dan Informasi Akurat”

Ketua DPR Komisi VIII Ali Taher (stock)
Ketua DPR Komisi VIII Ali Taher (stock)

JAKARTA (KM) – Menyusul kontroversi pernyataan ketua MPR Zulkifli Hasan mengenai adanya 5 parpol di DPR yang menyetujui LGBT, ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (PAN) mengatakan, “saya kira beliau sebagai ketua MPR mungkin punya pandangan-pandangan dan juga informasi-informasi akurat,jadi kita menunggu lah dari beliau,” ujar Ali, Senin 22/1, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut Ali, dengan dilemparkannya gagasan tersebut oleh Zul, semua orang yang sebelumnya tidak tersentak dengan masalah LGBT menjadi tersentak. “Saya melihat ini positifnya,” kata Ali.

“Dari segi substansi, sosiologisnya, antropologisnya, agamanya dan dari segi hukumnya itu kan kita punya proteksi, bahwa LGBT itu sebuah penyakit, sebuah keadaan kejiwaan yang bertentangan.”

“Jika dilihat itu, maka posisinya adalah diperlukan adanya ketegasan supaya tidak menimbulkan persoalan baru… LGBT ini kalau kita biarkan ini kan merusak tatanan sosial kemasyarakatan kita, kedua, jangan lupa bahwa LGBT itu bukan barang baru,” ucap politisi PAN itu.

“Sejak zaman nabi dan rosul sudah ada tantangan seperti itu, terakhir Nabi Luth yang kita pelajari, kalau dibiarkan ini masyarakat akan menjadi punah.”

“Untuk itulah negara harus hadir, negara harus tegas, melalui peraturan perundang-undangannya dan mengatakan bahwa LGBT ini harus dilarang dengan perspektif UU,” sambungnya.

Pengertian dilarang itu, lanjut Ali, bukan melakukan persekusi terhadap personalnya, karena itu juga dijamin oleh pasal 28 poin D UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengakuan jaminan perlindungan kepastian hukum

Sementara itu, Ali mengaku belum mengkonfirmasi dengan Ketua MPR yang juga merupakan ketua partainya terkait pernyataan yang kontroversial tersebut.

“Belum [ada konfirmasi], karena masih ada kesibukan, jadi saya belum konfirmasi,” tutupnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*