Aneh! Warga Miskin di Desa Warung Menteng Cijeruk Disuruh Cari “Uang Talangan” Untuk Bangun RTLH

Pembangunan RTLH di desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, yang baru mulai dibangun (dok. KM)
Pembangunan RTLH di desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, yang baru mulai dibangun (dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga Kampung Citiis, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengaku “sangat kecewa” terhadap bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang diberikan oleh pihak Desa, pasalnya barang material yang dikirimkan dinilai tidak sesuai dengan anggaran.

Ucum, salah satu penerima bantuan RTLH saat ditemui media berkomentar, “saya bingung pak nerima barang material dari pihak Desa… Anggaran RTLH berupa barang 1 bulan kemarin cuma dapat pasir 1 engkel, batako 1500, semen 15 sak, internit 8 lembar, asbes 15 lembar, cat 4 kg 3 kaleng, cat 2 kg 2 kaleng, paku 2 kg, kaso 30 batang dan uang buat biaya tukang Rp. 700.000. Itupun dikasih sesudah ada wartawan datang,” lontarnya.

Masih kata ucum, barang sudah diterima 1 bulan yang lalu dan sesudah barang diterima, pihak Desa pun tidak ada yang mengontrol lagi.

“Pas saya ke Desa menanyakan kapan mau mulai dibangun, yang ada pihak Desa menyuruh saya cari uang talangan dulu buat mulai pasang pondasi, sementara, waktu barang material turun, uang buat bayar tukang pun belum dikasih, tapi setelah saya ngomong sama wartawan 5 hari kemarin langsung dari pihak Desa pada datang lagi ke rumah dan suruh mulai memasangkan barang material tersebut. Barang material mulai dipasang baru 5 hari kemarin dan uang upah dikasih 700 ribu.
Yang jadi bingung pihak Desa menyuruh membereskan bangunan ke saya dan beli barang dulu saya, sementara saya sendiri tidak punya uang,” tambahnya.

Kepala Desa Marung Menteng, Maman, saat dikonfirmasi berkomentar, “Kami sebagai kepala Desa tidak tahu adanya keterlambatan bangunan RTLH itu, karena semuanya sudah kami serahkan kepada pihak TPK, dan kalau memang ada bangunan yang belum selesai insya Allah kami akan musyawarahkan lagi dengan tim TPK agar segera dibereskan dan barang kekurangannya akan dikirim lagi, karena yang mendapat RTLH di Desa kami ini bukan 1 warga itu doang, masih ada warga yang lain juga yang belum selesai.”

“Di desa kami penerima RTLH ada 30 unit. Unit pertama 15, yang kedua 15. Dan saya sendiri tahu dengan keberadaan rumah bu Ucum, emang awalnya rumah itu kena angin puting beliung, terus didaftarkan ke program Rumah tidak layak huni (RTLH),” jelasnya.

Reporter: M. Egy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*