90kg Daun Ganja Kering Dimusnahkan Polres Aceh Tamiang, Pengedar Terancam Hukuman Mati

(dok. KM) (dok. KM)

ACEH TAMIANG (KM) – Satuan Kepolisian Republik Indonesia jajaran Polres Aceh Tamiang menggelar pemusnahan narkotika jenis ganja seberat 90kg dari hasil penangkapan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Mapolres Aceh Tamiang, di halaman gedung Satres Narkoba Polres Aceh Tamiang, Senin (15/01/2018).

Pemusnahan Barang Bukti tersebut dipimpin oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian.

Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Nuzir mengatakan, “penangkapan barang haram tersebut berawal informasi yang diterima oleh Kanit Reskrim dari aduan masyarakat pada 17 Oktober 2017,” jelasnya kepada awak media (15/01).

“Aduan masyarakat bahwa akan adanya pengiriman narkotika jenis daun ganja kering yang berasal dari arah PT. MPLI Desa Kaloy Kecamatan Tamiang hulu yang akan dibawa menuju ke Seumadam. Kanit Reskrim langsung melaporkan ke pihak Polsek Tamiang Hulu.”

“Laporan diterima dan ditindaklanjuti AKP Azwan Kapolsek Tamiang Hulu, dengan memerintahkan Kanit Reskrim berserta anggotanya untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Nuzir.

Nuzir menuturkan, “sekira pukul 03:00 WIB dari kejauhan personil Polsek Tamiang Hulu melihat empat unit sepeda motor yang akan melintas dan segera melakukan penghadangan terhadap tiga pengendara, namun pada saat penyetopan para pelaku langsung kabur ke arah perkebunan kelapa sawit dengan meninggalkan kendaraannya dalam keadaan masih hidup beserta barang bawaannya.”

“Personil langsung melakukan pemeriksaan, didapat daun ganja kering yang terbungkus dengan apik dalam goni, masing-masing seberat 22 kg, 23 kg dan 24 kg”.

Setelah diketahui, lanjut Nuzir, pihak petugas melakukan penyisiran serta berhasil meringkus tersangka berinisial MA alias Godeng (30), yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap, lalu menggiringnya ke Mapolsek Kecamatan Tamiang Hulu untuk dilakukan pemeriksaan.

“Menurut hasil keterangan yang diperoleh dari Godeng bahwa keempat kendaraan masing-masing membawa ganja kering yang terbungkus dengan goni, serta menyebutkan nama rekan-rekannya yang kabur yaitu Tz (29) alias Fikar dan TA (30) alias Kebar yang merupakan warga Dusun Pipa Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang, sedangkan TBM alias T. Lana warga Kampung Sukamakmur Kecamatan Kejuruan Muda,” ungkapnya.

“Tersangka Godeng mengatakan bahwa barang haram tersebut akan diserahkan kepada BS (40) warga Seumadam yang akan dibawa ke Medan Sumatera Utara, akan tetapi Godeng dan rekannya hanyalah sebatas membawa ganja saja dari daerah PT. MPLI hingga sampai ke pinggiran sungai Kampung Seumadam dengan upah Rp. 80.000/kg,” terangnya.

“Dari hasil penangkapan tersebut sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa 4 karung berisikan ganja kering dengan jumlah keseluruhan seberat 90 kg, 3 unit sepeda motor dan 1 unit handphone Nokia serta sebilah pisau beserta sarungnya sepanjang 30 cm.”

Di akhir penjelasannya, Wakapolres Aceh Tamiang menerangkan bahwa para tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat(2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 115 ayat(2) Jo pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Hadir pada acara pemusnahan barang bukti narkotika tersebut di antaranya Wakil Bupati Aceh Tamiang H. T. Insyafudin, Sekretaris DPRK Aceh Tamiang, Kejaksaan Negeri Kuala Simpang, jajaran kepolisian Polres Aceh Tamiang, Dinas Kesehatan, serta Insan Pers.

Reporter: Andi KM
Editor: HJA

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*