Sopir Ambulan Tak Kunjung Datang, Masitoh Meregang Nyawa di RS Medika Dramaga

Ambulan RS Medika Dramaga (stock) Ambulan RS Medika Dramaga (stock)

BOGOR (KM) – Karena minimnya ketersediaan alat kesehatan serta pelayanan yang tidak serius di Rumah Sakit (RS) Medika Dramaga, Kabupaten Bogor, Masitoh, warga Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, harus meregang nyawa.

Masitoh yang menderita penyakit paru-paru dibawa ke RS Medika Dramaga oleh pihak keluarganya pada Sabtu 01/12/2017. Namun tragisnya, karena pelayanan yang dianggap tidak serius oleh pihak RS, wanita malang itu telantar dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah pasien diperiksa oleh dokter di RS tersebut, pasien dikatakan membutuhkan perawatan dengan alat yang tidak tersedia di RS Medika Dramaga, maka pihak RS merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal itu diungkap keponakan Almarhumah Masitoh, Akhyar Rizqillah kepada wartawan di kediamannya, Kp Ciherang No. 7 RT 02/02 Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.

“Apa dikata dari jam 14.00 sampai jam 15.55 pihak keluarga menunggu ambulan untuk membawa pasien ke RSUD tapi ambulan tak kunjung datang hingga akhirnya pasien meninggal dunia,” katanya.

“Pukul 14.00 siang dokter memberi rujukan untuk dibawa ke RSUD, disana lebih memadai alatnya, tapi sampai bibi meninggal, tak kunjung ambulan datang untuk membawa,” ungkap Akhyar.

Akhyar menuturkan, ketika bertanya pada pihak RS tentang ambulance yang tak kunjung datang, pihak RS memberikan alasan supirnya masih di perjalanan.

“Tapi saya melihat 2 mobil ambulance ada, terpakir di halaman RS, ini sangat janggal bagi saya,” tuturnya.

Lanjut Akhyar, “selanjutnya karena dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, maka suster merapihkan alat-alat kesehatan yang menempel di tubuh almarhum, dan saya beserta putri almarhum, dipanggil pihak RS untuk mengurus semua administrasi dan lainnya.”

“Ketika di kasir untuk membayar semuanya, ternyata biaya digratiskan, biaya dinyatakan lunas karena menggunakan BPJS,” tuturnya.

Sampai berita ini diterima Kupasmerdeka, pihak Rumah Sakit ketika dikonfirmasi, belum memberikan jawabannya terkait berita ini.

Reporter: Dody
Editor: HJA

5 Comments

  1. nu baleg brader ngajieun berita teh…

  2. Sudahkah anda meminta konfirmasi ke pihak RS? Ke siapa? Bersurat ke siapa? Berita anda berat sebelah dan menyesatkan karena tidak sesuai fakta di lapangan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*