Ondel Ondel Tertinggi di Dunia Jadi Ikon  Spektakuler Akhir Tahun 2017

Konferensi Pers Majelis Pers tentang Festival Ondel Ondel Bintaro 2017, Rabu 6/12 (dok. KM) Konferensi Pers Majelis Pers tentang Festival Ondel Ondel Bintaro 2017, Rabu 6/12 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Pagelaran Akbar di penghujung tahun 2017, tepatnya tanggal 30 – 31 Desember di kawasan Bintaro, Tangerang akan menjadi pusat perhatian publik.

Pasalnya, akan diadakan Festival Ondel-ondel Bintaro. Acara tersebut mengangkat budaya Betawi dengan menampilkan ondel ondel tertinggi di dunia, yang diprediksi mampu menjadi ikon budaya bangsa pemecah rekor Muri.

Sebagai generasi budaya, tentunya kemajuan bangsa tidak lepas dari unsur kebudayaannya. Hal itu disampaikan Ketua Umum KWRI sekaligus Sekjen Majelis Pers dan juga sebagai tokoh pers Ozzi Sulaiman Sudiro saat digelarnya konferensi pers di kantor sekretariat bersama Majelis Pers Jakarta yang di hadiri oleh panitia acara Gia, Subhan, Sekjen AWDI Budi Wahyudin, para pengurus organisasi pers Nasional dan temen temen pers.

Dikatakannya, Indonesia kaya akan hal itu, terutama bagaimana kita merawat dan melestarikan unsur-unsur budaya dan mengenalkan ke dunia tentang budaya bangsa Indonesia. “Ini akan menjadi sangat penting, karena punahnya kebudayaan, lemahnya publicity dan kurangnya kesadaran kita akan melemahkan nilai nilai budaya bangsa kita sendiri,” ungkap Ozzi.

Lanjutnya, meski tidak dipungkiri majunya peradaban dan persilangan keturunan telah membawa arus perubahan yang sangat hebat. Etnis Betawi mulai tersisih dan berubah menjadi Betawi Kaum. Penduduk asli Jakarta berada di perbatasan dan central Jakarta dihuni oleh kebanyakan orang luar. Menurutnya, itu menandakan bahwa ini harus menjadi konsentrasi khusus.

“Korelasinya bagaimana kita melestarikan dan mengembalikan unsur unsur kebudayaan yang semakin hilang ditelan jaman. Ondel ondel atau yang dulu sering disebut Barongan memang tidak lepas dari Betawi punye gaye, dan itu harus terus dijaga. Saya mengutip omongan bang Anies Gubernur DKI Jakarta, menghilangkan kemiskinan bukannlah object dari manusianya yang dihilangkan,  akan tetapi kemiskinannya yang harus ditangani serius, dengan menciptakan lapangan kerja dan melakukan berbagai pembinaan keterampilan untuk masyarakat terbelakang. Konotasinya sama seperti budaya. Bagaimana caranya kebudayaan itu harus tetap terpelihara dan  jangan sampai punah,” tambahnya.

Kata ia, ondel ondel yang dibuat dengan ketinggian 20,18 meter itu sangat dahsyat dan menjadi perhatian khusus. Bahkan ia atas nama Majelis Pers yang didukung lebih dari 15 organisasi pers nasional berikan apresiasi “setinggi-tingginya” untuk suksesnya acara Festival Ondel-ondel Bintaro 2017.

Salah satu panitia pelaksana Festival Ondel Ondel Bintaro, Gia menjelaskan bahwa pihaknya dari Bazar Info akan terus eksis menggelar event event budaya skala nasional. Ringkas Gia, acara Festival Ondel Ondel Bintaro telah disiapkan 180 stand untuk bazar kuliner betawi, asessories, busana bahkan sampai pada stand modernisasi Betawi.

“Kami sudah melakukan berbagai proses, mulai dari perijinan, agenda acara dan sampai ke tahap publicity. Mudah mudahan festival ondel ondel bintaro yang memiliki icon ondel ondel tertinggi di dunia ini menjadi perhatian semua pihak untuk sama sama mendukung suksesnya budaya Indonesia,” sahut Gia.

Festival Ondel ondel yang juga menampilkan kompetisi ondel ondel dari puluhan sanggar se Jabodetabek diharapkan mampu memberikan yang terbaik dalam pemilihan memperebut piala bergilir walikota Jakarta Selatan.

“Sampai saat ini  lebih dari 30 sanggar yang sudah mendaftar, tapi kita akan selektif karena kemungkinan hanya 20 sanggar yang bisa dikonteskan. Soal piala sampai saat ini masih tentatif, kami berharap piala Bergilir dari Gubernur DKI Jakarta dan piala tetap dari Walikota dan Camat,” tutup Gia.

Reporter: Ardi Okto
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*