PMKRI Bogor Peringati HUT Ke-66: “Refleksi Adalah Jalan Menuju Perubahan”

Aktivis PMKRI Cabang Bogor (dok. KM)
Aktivis PMKRI Cabang Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Bogor St. Joseph A Cupertino kini telah memasuki usia yang semakin matang.

Secara historis, PMKRI cabang Bogor St. Joseph a Cupertino merupakan cabang kesatu setelah fusi, sejak lahirnya pada 01 Desember 1951 hingga saat ini pasang surut organisasi turut mewarnai dan membentuk setiap insan kader PMKRI.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor periode 2016/2017, Yogen Sogen, dalam sambutannya pada 1 Desember 2017 lalu menyampaikan, “momentum ulang tahun cabang perhimpunan yang sudah berumur 66 ini merupakan momen untuk kita bersama-sama merefleksikan jalan panjang pergerakan perhimpunan,” ungkap Yogen.

“Masa lampau perhimpunan adalah sebuah historis indah yang tidak untuk dilupakan, para alumni dan senior telah berjuang untuk memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki dalam menjaga dan memperjuangkan misi dalam spirit perhimpunan,” katanya.

“Sehingga saat ini, pada usia ke-66 tahun adalah sejarah panjang yang merupakan konsekuensi logis bahwa perhimpunan ini akan senantiasa berjalan maju dan akan terus melahirkan kader yang siap berkontribusi bagi Gereja, Bangsa dan Negara.”

Yogen menuturkan, “kini saatnya kita harus merefleksikan dan menentukan masa depan PMKRI. Ini rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat, sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, kita tidak boleh menyerah.”

“Tantangan terbesar kita adalah lemahnya semangat berproses, zaman boleh menampilkan segala yang serba instan, namun untuk menghadapi realitas yang sebenarnya adalah kita harus bergerak merangkai setiap proses agar kelak kita tidak salah menggunakan nama sebagai kader PMKRI,” tuturnya.

Pasang surutnya gerak perhimpunan, lanjut Yogen, “bukan untuk melemahkan kita, tapi bagaimana kita siap berpijak dan berjalan maju untuk menerjemahkan tantangan zaman, konflik internal adalah bagian dari dinamika dan bukan jadi penghalang berproses, dan semuanya sudah dirumuskan dalam Tiga Benang Merah kemudian direfleksikan dalam semboyan cabang yakni Scientia et Caritas.”

“Sejarah hari ini memperkokoh dan memantapkan sejarah dan besok adalah cita-cita bersama, merefleksikan kembali perjuangan dan pergerakan PMKRI untuk terus memperbaharui diri sesuai AD/ART Cabang dan spirit 3 benang merah PMKRI,” tutupnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*