PKS Apresiasi “Semangat Ukhuwah” Reuni 212

Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini memberi pidato pada acara Dialog Kebangsaan di Serang, Banten Sabtu 11/11 (dok. KM) Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini memberi pidato pada acara Dialog Kebangsaan di Serang, Banten Sabtu 11/11 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Antusiasme massa sebagian umat Islam yang mengikuti acara “Reuni 212” yang rencananya akan diisi dengan doa dan dzikir bersama mendapat dukungan dan apresiasi dari Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini.

Menurut Anggota Komisi I ini, adalah hak setiap warga negara di alam demokrasi untuk berkumpul dan mengemukakan pendapat di muka umum, apalagi acara dikemas secara positif dengan doa dan dzikir bersama dan “sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggangu ketertiban umum”.

“Selain itu, kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi Pasal 28E Ayat (3) dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Semua pihak sebaiknya melihat dengan kaca mata positif dan konstruktif acara Reuni 212 sebagai aktualisasi semangat ukhuwah dan silaturahim kebangsaan di kalangan umat Islam,” terang Jazuli kepada KupasMerdeka.com, Jumat 1/12, Jakarta.

Sebagai bagian dari umat dan bangsa Indonesia, Jazuli Juwaini berharap” energi umat yang dahsyat” ini diarahkan untuk  kemaslahatan dan kebaikan bangsa Indonesia. Untuk itu Ketua Fraksi PKS yang juga seorang muballigh ini menitip pesan untuk penyelenggara dan massa Reuni 212.

“Pertama, selalu hadirkan semangat visi dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dan terbarkan kedamaian bagi bangsa Indonesia yang kita cintai bersama.”

“Kedua, kokohkan kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga NKRI milik kita semua. Tanggung jawab yang muncul dari kesadaran sejarah dan kehendak untuk memajukan Indonesia.”

“Ketiga, tingkatkan kecerdasan literasi umat dalam persoalan-persoalan kebangsaan. Jangan mudah termakan hasutan dan hoax yang memecah belah persatuan bangsa.”

“Keempat, tingkatkan upaya pemberdayaan ekonomi umat sehingga umat ini semakin mandiri dan menjadi bagian solusi dari permasalahan bangsa secara keseluruhan.”

“Terakhir, lakukan Reuni 212 secara tertib dan damai. Tunjukkan wajah umat dan bangsa Indonesia yang teduh sebagaimana aksi-aksi selama ini. Eratkan persatuan dan kesatuan diantara elemen bangsa dan tetap waspada upaya provokasi dari provokator yang berniat mengadu domba sesama anak bangsa,” pungkas Jazuli.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*