Ratusan Nelayan tidak Melaut karena Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Melonjak

Nelayan bertepi di TPI Pusong, Lhokseumawe (dok. KM)
Nelayan bertepi di TPI Pusong, Lhokseumawe (dok. KM)

LHOKSEUMAWE (KM) – Musim hujan yang melanda wilayah Aceh, khususnya Lhokseumawe, membuat puluhan masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya yang berprofesi sebagai nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Kota Lhoseumawe tidak melaut. Akibatnya, pasokan ikan menjadi berkurang dan harga di pasaran terus meningkat.
Pantauan wartawan KupasMerdeka.com, puluhan kapal nelayan jaring tradisional dan boat berkapasitas 20 GT, 40 GT dan 60 GT, tidak beraktifitas dan memilih menepi di TPI Pusong, Lhokseumawe.

Seorang nelayan Lhokseumawe, Sulaiman, kepada awak media Jumat (01/12/2017) mengatakan, sudah 6 hari nelayan di daerah itu tidak melaut.

Penyebabnya, angin kencang dan hujan deras yang terus menerus, serta gelombang tinggi yang sedang melanda kawasan tersebut.

“Kalau cuaca buruk seperti ini, pendapatan ikan juga berkurang.
Biasanya sekali berlabuh bisa mendapatkan hasil setelah dijual, 400.000 s/d 500.000 ribu dibagi 4 orang, rata-rata 100.000 per orang,” tuturnya.

Lanjutnya, jika cuaca mulai membaik para nelayan berencana akan kembali melaut pada Minggu esok.

Para nelayan sebagian memanfaatkan waktu untuk membersihkan dan merehab kapal mereka selama menepi di TPI Pusong dan jika terlalu lama menepi, ditakutkan pasokan ikan di pasaran akan kosong dan harganya juga semakin melambung.

Reporter: Khaled
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*