Pansus Angket KPK Akan Berlanjut Sampai 1 Februari 2018

JAKARTA (KM) – Pertemuan pimpinan DPR dengan Pansus Angket KPK kemarin 5/12 mengevaluasi tugas-tugas Pansus yang selama ini dilaksanakan sampai hari ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut dua pimpinan DPR yakni Fahri Hamzah dan Taufiq Kurniawan.

Sementara dari Pansus Angket hadir ketua Agun Gunandjar dan wakil ketua Pansus Eddy Kusuma Wijaya serta anggota Pansus Taufiqulhadi dan perwakilan 7 fraksi. Adapun 3 fraksi tidak hadir, yakni Fraksi Partai Gerindra, PKB dan PKS.

“Kesimpulan dari pertemuan ini, bahwa masing-masing yang hadir termasuk dari pimpinan DPR mendorong atau membuat persetujuan bahwa Pansus Angket KPK tetap dilanjutkan sampai akhir tugasnya,” ucap Eddy Kusuma Wijaya kepada wartawan, Selasa 5/12 di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Hasil daripada Pansus Angket ini agar disosialisasikan kepada instansi pemerintah terkait maupun pada fraksi masing-masing.” 

“Kemudian yang berikut sambil menunggu keputusan MK [terhadap] Judicial Review yang diajukan KPK, disarankan oleh rapat bahwa Pansus melakukan atau mengadakan atau mencari opsi-opsi lain sambil menunggu keputusan [tersebut],” jelas Eddy. 

“Pansus berharap kepada KPK [agar] tetap menegakkan hukum secara murni dan konsekuen, jangan sampai KPK dalam penegakan hukum tebang pilih atau pilih kasih, sehingga akan membuat hukum itu pilih kasih,” tutur politisi PDIP itu.

Menurut Eddy, KPK memang terkesan masih ada pilih kasih dalam penegakan hukum, dan pihaknya “mendorong” KPK ini agar bekerja secara profesional sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Terkait banyaknya kegiatan Pansus yang tertunda, karena banyak dari anggota Pansus memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda, ada yang di fraksi, ada juga yang jadi sekjen partai, bahkan ada juga yang menangani persoalan KUHP, namun ini tetap harus berjalan, sampai masa kerja Pansus [berakhir] tanggal 1 Februari nanti,” ucap mantan Inspektur Jenderal polisi itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*