Legislator Pertanyakan Alasan BPJS tidak Biayai Sepenuhnya Pengobatan 8 Penyakit Berat

Politisi Partai Gerindra drg. Putih Sari (stock)
Politisi Partai Gerindra drg. Putih Sari (stock)

JAKARTA (KM) – Terkait 8 penyakit berat yang tidak dibiayai sepenuhnya oleh BPJS kesehatan, yakni penyakit kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis, hepatitis, leukimia dan hemofilia, Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari menyesalkan hal tersebut. Politisi Partai Gerindra itu mempertanyakan apa yang menjadi latar belakang pemikiran BPJS tersebut.

“Ini jaminan kesehatan yang sudah seharusnya Negara hadir dalam memberikan jaminan tersebut kepada masyarakat apapun jenis penyakitnya,” kata Putih saat ditemui wartawan kemarin, 30/11, di Kompleks Parlemen Jakarta.

“Itu yang seharusnya menjadi landasan terlebih dahulu. Tapi kalau ini di kotak-kotakkan lagi, ada penyakit yang bisa ditanggung ada yang tidak, apakah itu solusi?” lanjutnya.

Ia pun mengaku tidak setuju terhadap ide tersebut.

“Wacana itu timbul kan karena timbulnya defisit, dianggap penyakit-penyakit yang masuk kategori itu masuk dalam anggaran besar. Tapi apakah itu solusinya? Seharusnya BPJS Kesehatan berbenah terlebih dahulu terkait pengelolaan dana yang saat ini masih belum transparan, belum begitu jelas terkait dengan pembiayaan kesehatan,” sambungnya.

“Mana sih yang bermasalah? Itu yang sampai saat ini belum terang benderang,” ketusnya.

Putih menegaskan bahwa BPJS harusnya berbenah “slot-slot kebocorannya” tersebut, dan apakah benar dari 8 penyakit itu timbul defisit.

“Kan masih ada sebetulnya… sistem pelayanan yang harus dibenahi. Saya kira itu yang harus dijelaskan,” tutupnya.

Reporter: Indra Falmigo
EDitor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*