Spanduk Tuntutan FORBESMA Dicabut, Mahasiswa Duga Ada yang Takut Kasusnya Dibuka

KupasMerdeka.com Berita Aceh
Spanduk Mahasiswa FORBESMA yang kemudian dicabut di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu 18/11 (dok. KM)

LHOKSEUMAWE (KM) – Sejumlah mahasiswa dari universitas-universitas yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara memasang spanduk di kota Lhokseumawe dengan seruan untuk membebaskan teman mereka yang ditahan oleh hakim sebagai buntut dari pecahnya kaca kantor bupati Aceh Utara pada saat aksi unjuk rasa meminta percepatan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan transparansi dana desa pada 25 Mei lalu.

Menurut Razjis Fadli sebagai koordinator aksi, spanduk dipasang di beberapa tempat seperti di Taman Riadah, Tugu Simpang Jam, bundaran depan Satlantas Lhokseumawe dan Jembatan Cunda.

Spanduk dipasang sekitar pukul 01:30 WIB, namun pada saat dipantau kembali sekitaran pukul 13:30 WIB, spanduk tersebut sudah raib. Para mahasiswa menduga spanduk mereka dicabut oleh pihak yang “takut” kasusnya dibuka lagi.

Spanduk tersebut selain meminta membebaskan kedua teman mereka yang tergabung dalam Forum Besar Mahasiswa (Forbesma) juga meminta kepada jaksa untuk membuka kasus kredit fiktif Bupati Aceh Utara senilai Rp. 7,5 M dan kasus pengadaan sapi Pemko Lhokseumawe senilai Rp. 14,5 Milyar.

“Kami hanya mahasiswa yang menyuarakan suara rakyat, apakah mereka takut di saat kami kritik pemerintah? Kami hanya meminta keadilan. Jika teman kami bisa ditangkap karena kasus yang dipelintir, kenapa jaksa tidak berani menindak para koruptor uang rakyat?” ujar Razjis Fadli.

“Kami meminta kepada pihak yang sudah mencopot spanduk kami untuk bertanggung jawab, jika tidak maka akan melakukan demo besar-besaran,”  pungkasnya.

Reporter: Muhammad
Editor: HJA 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*