Longsor di TNGHS Ancam Putus Jalan Pasir Ipis-Garehong, Pembangunan Terkendala Perizinan

Kondisi jalan Pasir Ipis-Garehong yang melalui TNGHS (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jalan Pasir Ipis-Garehong terancam putus. Hal tersebut disebabkan adanya longsoran di titik jalan yang berada di kawasan Hutan Rasamala Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.

Akibat terjadinya longsor, lebar jalan yang sebelumnya 5 meter kini hanya 2,8 meter dan terancam habis atau putus, mengingat intensitas cuaca hujan yang tinggi dan aktivitas kendaraan truk-truk pembawa material proyek jalan Pasir Ipis-Garehong yang cukup padat dapat menimbulkan longsoran susulan yang mengakibatkan putusnya jalan tersebut.

Belum adanya ijin dari TNGHS untuk pengerjaan proyek jalan sepanjang melintasi kawasan TNGHS membuat pihak kontraktor tidak bisa berbuat apa-apa dan memindahkan pekerjaan di sepanjang Perkebunan Teh PTPN VIII.

Ditemui di kantornya, Sabtu, (11/11/2017) Kepala Pelaksana PT. Vanca Utama Perkasa, Empan Jupanudin mengatakan bahwa sesuai SPK pertanggal 31 Juli 2017, tanggal 3 Agustus 2017 pihaknya sudah mobilisasi alat, tanggal 4 pihaknya sudah mengerjakan pekerjaan di sepanjang jalan TNGHS dan tanggal 9 diberhentikan oleh TNGHS, kemudian tanggal 10 keluar surat teguran dari TNGHS.

“Kita tidak punya kewenangan untuk meminta perijinan dari TNGHS, seharusnya semua perijinan lahan, itu sudah beres dan itu kewenangannya Dinas PUPR Kabupaten Bogor dalam hal ini PPK nya bukan kontraktor, kita hanya mensosialisasikan ketika SPK turun,” ujarnya.

Akses vital yang menghubungkan dua kabupaten ini terancam putus dan mengakibatkan terisolirnya warga dua Kecamatan Kabupaten Bogor, warga kampung Cianten dan Garehong. Jalan ini pula merupakan jalan poros pendukung jalan tol Jagoratu, yang berdampak meningkatnya perekonomian masyarakat.
“Tinggal masyarakat disini mencari solusi yang enak, tidak mengorbankan salah satu institusi. Kita juga tidak menyalahkan Taman Nasional, karena mereka juga punya aturan atau undang-undang tersendiri,” tambah Kepala pelaksana PT. Vanca Utama Perkasa.

“Dibutuhkan penanganan cepat dan rekayasa konstruksi jalan agar bencana yang menimbulkan korban dapat diantisipasi dini. Rekayasa kontsruksi jalan itu harus di lebarkan, karena untuk dibangun dinding penahan tanah tidak mungkin karena terlalu curam,” pungkasnya.

Sejumlah masyarakat ketika ditemui awak media berharap dan meminta keseriusan peran pemerintah menyelesaikan kendala yang menyebabkan terbengkalainya proyek jalan ini.

“Kami minta Pemerintah lebih memperhatikan kepentingan masyarakat. Inikan fatal, titik jalan yang berada di kawasan Taman Nasional hampir putus, buat apa ini dibangun, banyak potensi wisata di Cianten yang sangat bagus dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar yang dengan didukung oleh jalan yang bagus,” kata salah satu tokoh masyarakat Garehong, Kubil.

“Pemerintah jangan selalu mengorbankan masyarakat, buat apa ada pimpinan, buat apa ada dewan semua itu bullshit. Dalam waktu dekat, kita, masyarakat meminta bantuan kepada kawan-kawan AMPB siap akan demo ke PPK atau Dinas PUPR agar serius mengurus perijinan ke Taman Nasional,” tegas Kubil.

Reporter: DP
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*