Legislator: Namanya Jaminan Sosial, Seharusnya Masyarakat tidak Bayar

RDP Komisi IX DPR-RI dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis 23/11/2017 (dok. KM) RDP Komisi IX DPR-RI dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis 23/11/2017 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Banyaknya keluhan dan kritikan terhadap BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan, dan itu menjadi perhatian Komisi IX DPR yang merupakan mitra kerjanya. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis 23/11.

“Kita melihat pemasukan BPJS itu dari waktu ke waktu makin membesar malah sampai sekarang ini sudah lebih dari 9 triliun dan diperkirakan 11 sampai 12 triliun pada akhir tahun… Komisi IX kan punya perhatian khusus karena memang BPJS Kesehatan ini dengan segala macam kritikan dari masyarakat tapi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, banyak juga orang yang tertolong,” ucap Saleh.

Saleh menambahkan, “Mungkin secara beberapa kasus memang belum sempurna dari sisi pelayanan tapi yang jelas bahwa BPJS ini menurut evaluasi kita sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Inilah yang menjadi concern kita itu satu, dan yang kedua, kita mau melihat secara mendalam dulu ini sebenarnya problemnya dari mana kok defisit?” lanjutnya.

“Karena anggarannya besar, sayang sekali kalau misalnya itu tidak maksimal untuk masyarakat kita,” tandasnya.

Politisi PAN itu juga mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutupi defisit anggaran BPJS dari cukai rokok.

“Kalau nanti misalnya diumumkan, seolah-olah rokok ini memberikan kontribusi bagi kesehatan dan seolah-olah orang yang merokok itu tidak salah gitu, dan itu juga sesuatu yang tidak baik,” katanya.

“Kalaupun ada kebijakan pemerintah dari situ dan menganggarkan, silahkan, kebijakan itu tidak terlalu dibesar-besarkan juga gitu, tapi kita tetap akan mendorong pemerintah mengupayakan dari sumber-sumber lain,” ucapnya.

Seharusnya, menurut Saleh, masyarakat tidak perlu membayar jaminan sosial itu. “Namanya juga jaminan sosial,” pungkasnya.

“Tapi ini nanti akan kita lihat seperti apa nantinya , jadi lanjutnya terkait masalah defisit belum ada fakta-faktanya.
Misalnya ini defisit sekian, inipun defisitnya sekian, nah itu belum ada dan kalau dituntaskan hari ini nggak bakalan selesai, jadi betul-betul ini panjang ceritanya,” sambung Saleh.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*