Resmikan Rest Area Semesta di Puncak, Bupati Bogor: “Menggeser, Bukan Menggusur”

Bupati Bogor Nurhayanti meresmikan rest area Semesta di jalur Puncak, Kamis 23/11 (dok. KM)
Bupati Bogor Nurhayanti meresmikan rest area Semesta di jalur Puncak, Kamis 23/11 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bernama “Rest Area Semesta” di Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya diresmikan Bupati Bogor Nurhayanti.

Menurut Nurhayanti, rest area tersebut menampung 110 lapak PKL yang terkena dampak pelebaran Jalur Puncak beberapa waktu lalu.

Pembangunan rest area tersebut melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Taman Wisata Matahari (TWM) dan Forum Puncak Ngahiji.

“Saya capek, tapi capek saya ini jadi tidak capek, karena lihat semangat Puncak Ngahiji, PHRI dan TWM, Bupati juga harus semangat, saya apresiasi karena merespon saya, ini wujudnya, menggeser bukan menggusur,” ujar Nurhayanti dalam pidatonya, Rabu (22/11/2017).

Menurut Nurhayanti, pihak setiap lapak tersebut dikenakan sewa Rp 750 ribu per bulannya bagi para pedagang.

Lanjutnya, pihak pemerintah juga memberi bantuan uang Rp 750 ribu itu untuk tiga bulan.

“Keberadaan rest area dengan pembangunan fasilitas kiosnya, bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Semua harus dipersiapkan dengan matang. Berkat solusi dari Pemerintah Daerah, mereka yang masuk ke rest area tiga bulan pertama kita gratiskan. Jika ada sisanya, itu untuk permodalan mereka,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, kami ingin memberikan kenyamanan kepada para pedagang, sedangkan untuk langkah keduanya sedang mempersiapkan. Mudah-mudahan ini bisa kita tindak lanjuti, agar di bulan Desember nanti sudah harus melakukan pelelangan,” tuturnya

Pantauan KupasMerdeka.com, pada saat peresmian tersebut semua lapak sudah di-booking oleh pedagang namun belum diisi semuanya.

Reporter: M Egy
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*