Legislator: Harapan Papua Jadi Lumbung Pangan Nasional Masih Jauh

Politisi Partai Nasdem, Sulaiman Hamzah (dok. KM)
Politisi Partai Nasdem, Sulaiman Hamzah (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Anggota DPR Komisi IV Sulaiman Hamzah mengatakan bahwa perhatian pertanian, khususnya di wilayah Indonesia Timur, masih “jauh dari sempurna”. Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui wartawan Rabu 29/11 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Adapun sekarang ini mulai terlihat tampak, tapi daerah kepulauan ini terus terang dari lahan yang dibuka itu, tidak ada irigasinya dan tidak ada curah hujan kalau di dareah Papua, tepatnya di daerah selatan itu iklimnya tidak seperti di utara yang lebih banyak curah hujannya,” sambungnya.

Adapun terkain pencanangan Papua untuk menjadi bagian dari lumbung pangan nasional oleh Presiden Joko Widodo  menurutnya masih jauh dari harapan.

“Saya selalu bicara bahwa yang paling penting di sana itu perbaikan irigasi, sumber air ada sebanarnya walaupun jauh, tetapi mestinya untuk jangka panjang untuk memenuhi mestinya  Presiden mendahulukan itu, tapi ternyata itu belum dilalkukan secara maksimal, sehingga ada 2-3 soal yang masih jauh selain air juga masih mengharapkan hujan, kemudian yang kedua adalah pupuk… Pupuk ini kebutuhan yang sangat besar tapi pemenuhannya tidak sampai 20%, bahkan kurang lebih gitu,” ucap Politisi Nasdem itu.

“Selain itu, kalau dipersentasekan, daerah selatan itu yang sawahnya mencapai 53 ribu hektar  khusus Merauke saja, dan itu masih produktif, sebetulnya masih bisa 2-3 kali tanam, tetapi persoalan pupuk dan air itu yang jadi masalah sehingga itu cuma satu kali dan itupun hasilnya tidak maksimal,” tandas Sulaiman.

“Seharusnya kalau sekali tanam itu bisa mencapai 4-5 ton, itu paling 3 atau 2 ton,” lanjutnya.

 

Selain masalah pangan, Sulaiman juga mengatakan bahwa Papua masih kekurangan tenaga medis.

“Paramedis seharusnya juga harus bisa turut mendampingi gitu… Bayangkan saja di sana puskemas-puskesmas pembantu itu hanya tiga orang,” katanya.

“Makanya, bagaimana kalau tiba-tiba ada yang sakit dan mati mendadak sampai 10 sampai 15 orang karena kurangnya nutrisi.”

“Harusnya itu bagian yang harus bisa dijawab, Pusat punya perhatian tapi belum maksimal, daerah masih sama sekali keliatan belum terkonsentrasi dan memang butuh perbaikan,” pugkas Sulaiman yang juga politisi dari Dapil Papua itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*