Kualitas Beton Jalan Gunung Bunder-Pasir Reungit “Sangat Rendah”, Pelaksana Klaim Sudah Kantongi Izin PPK

Pekerjaan pembangunan jalan Gunung Bunder-Pasir Reungit, Pamijahan, Bogor, menggunakan molen (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ketersediaan sarana infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Jalan, jembatan, pasar, masjid maupun sekolah adalah contoh sederet sarana infrastruktur yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Namun sayangnya pentingnya infrastruktur tidak selalu membuat para pelaksana proyeknya mementingkan kualitas pekerjaan mereka. Misalnya, pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Gunung Bunder-Pasir Reungit di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Pasalnya, pengerjaannya seharusnya memakai ready mix, bukan molen, tapi fakta di lapangan terjadi pengalihan penggunaan dari ready mix ke manual. Hal ini memengaruhi kualitas beton itu sendiri, yang tentunya tidak akan sama.

Pekerjaan dasar bila tidak sesuai bisa menyebabkan retak-retak di saat pengecoran, apalagi daerah tersebut 40% masih ada hotmix yang bila tidak dikupas akan semakin memperburuk resiko kerusakan tersebut.

Menurut keterangan staf dinas yang enggan menyebutkan namanya saat dihubungi melauli telepon, perbedaan kualitas itu “jelas tidak sama”.

“itu jauh tanah ke langit perbedaannya dan jauh kualitas molen itu sangat rendah di banding ready mix,” katanya.

Sementara itu, Farid pelaksana lapangan mengatakan bahwa perubahan itu atas persetujuan PPK, disebabkan tidak ada batching plant yang merupakan alat yang mencampur atau memproduksi beton ready mix dalam produksi besar yang sanggup mengirim ke lokasi.

Reporter: Herman/Deva
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*