Asep Wahyu Kecam Pengerjaan Proyek Jalan Pasir Ipis-Garehong yang “Tidak Serius”

BOGOR (KM) – Pembangunan Jalan Pasir Ipis-Garehong yang dananya bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jabar sebesar Rp. 36.7 M, diduga dikerjakan asal-asalan. Ketidakseriusan itu terlihat dari pengadaan mobil molen yang cuma ada dua untuk mendukung pekerjaan betonisasi jalan yang sudah mulai dikerjakan, yang turut menunda penyelesaian proyek tersebut. 

Hal ini mendapat kritikan serius dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya, yang menghimbau agar “tidak main-main” dalam pekerjaannya, melihat anggaran yang begitu besar untuk pembangunan jalan tersebut.

Ia menganalogikan apabila anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membangun ruang kelas di sekolah.

“Kalau 1 RKB dikali 120 juta saja itu kan ekuvalen dengan 300 RKB. Dari 300 RKB ada 35 orang, itu bisa menampung 10.000 anak murid. Coba bayangkan, jadi jangan main-main penggunaan anggaran yang sudah ada pos-pos nya yang jadi catatan,” kata politisi Partai Demokrat itu.

“Setiap kegiatan, setiap pekerjaan proyek pembangunan yang mendapatkan anggaran dari APBD itu sudah menjadi skala prioritas utama. Karena Pemprov saja dari 30 sekian triliun hanya mampu memenuhi 9% pembangunan yang bisa dibiayai, jadi ada 90% yang tidak bisa dibiayai, terus pembangunan itu tiba-tiba mangkrak, itu otaknya ada dimana? Faktornya kinerja yang tidak paham spirit pembangunannya,” kata Asep kepada wartawan KM, Kamis 2/11.

“Anda pikir saya bantu bibit soal gampang, bantu UKM soal gampang, bantu RKB itu soal gampang, tidak, itu saya harus rebutan dulu. Dari 100 yang bisa kebawa itu 9% APBD, 90% lebih tidak kebagian, terus anda perlakukan pembangunan begitu saja, itukan konyol,” ketusnya.

“Saya tidak ada urusan dengan pilkada, soal pencitraan, saya berurusan bagaimana uang itu disupply pembangunan yang berdampak baik bagi masyarakat,” tegas pria berkacamata itu.

Reporter: DP
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*