Tunggakan Listrik Pemerintah di Aceh Menggunung, PLN dan Pemkot Langsa Teken Kesepakatan

(dok. KM)
(dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Perjanjian kerjasama antara PLN Wilayah Aceh tentang penyelesaian pembayaran tagihan pemakaian tenaga listrik PLN Aceh oleh Pemerintah Kota Langsa untuk kepentingan pemerintah kota dan fasilitas umum diteken Jumat kemarin, 20/10.

Kesepatan tersebut ditandatangani oleh General Manager (GM) PT PLN Aceh, Jefri Rosiadi, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah dan Direktur Bank Aceh, Syariah Busra Abdullah serta disaksikan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN, Wiluyo, di aula PLN Aceh, Jumat (20/10).

Jefri Rosiadi, selaku General Manager PT PLN Wilayah Aceh mengatakan, tunggakan listrik di Aceh masih besar sekali dan masih banyak yang menunggak di beberapa kabupaten.

“Dengan adanya niat baik seperti ini terkait perjanjian kerja sama antara PLN Wilayah Aceh, Bank Aceh dan Pemkot Langsa tentang penyelesaian pembayaran pemakaian tenaga listrik seperti ini menjadi suatu hal yang sangat baik untuk kedepannya dan mudah-mudahan dapat dicontoh oleh kabupaten lain,” ungkapnya.

Pada saat ini, yang paling besar tunggakan listrik adalah di Aceh Timur sebanyak Rp. 17 milyar. PLN Aceh masih mengupayakan untuk menagih tunggakan sebesar itu. Beberapa kabupaten juga sudah mulai ada yang menagih.

“Dalam hal ini kita sudah melakukan pendekatan dan berkordinasi dengan Bupati, juga DPRDnya untuk bisa mengaggarkan itu semua agar dibayar tagihan kami. Total tunggakan Penerangan Jalan Umum (PJU) seluruh Aceh saat ini adalah 50 milyar,” kata Jefri.

Jefri juga berharap dengan adanya kerjasama sama dengan PJU PLN bisa lebih memudahkan dalam bekerja serta tidak ada tunggakan lagi.

“Semoga kabupaten lain untuk bisa mencontoh untuk menandatangani hubungan kerja sama sehingga tidak ada lagi tunggakan-tunggakan,” demikian kata Jefri

Adapun bentuk kerja sama ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan penyediaan sumber daya listrik untuk kepentingan pemerintah kota pada khususnya serta masyarakat pada umumnya.

PT PLN Aceh berupaya terus terjaga dalam memudahkan PLN dan Pemkot Langsa dalam melakukan pengelolaan tagihan pemakaian listrik.

Jangka waktu ini berlaku untuk jangka waktu 3 tahun. Terhitung sejak ditandatangani oleh para pihak dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak dengan cara pihak yang menginginkan perpanjangan.

Pemberitahukan selanjutnya akan diberitahukan kepada pihak lainnya dalam waktu 3 bulan sebelum berakhirnya kerjasama ini, serta dibuat secara tertulis yang ditanda tangani oleh para pihak terkait.

Reporter: Najmi
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*