Pengamat: Memperkarakan Istilah “Pribumi” Hanya Akan Ciptakan Kekeruhan

JAKARTA (KM) – Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai pelantikan dirinya di Istana Negara Senin 16/10 lalu memancing reaksi dari sejumlah kalangan, ada yang pro, ada yang kontra, bahkan ada juga yang memberikan pencerahan dari segi ilmiah tata bahasa.

Menurut pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, “Pidato Anies sangat inspiring, mengajak masyarakat Jakarta move on. Semua masyarakat, tanpa terkecuali, diajak menyongsong era baru dimana perubahan-perubahan berlangsung sangat cepat.” 

Siti melihat bahwa seharusnya warga masyarakat Jakarta memahami pidato Anies secara utuh dan tidak parsial supaya maknanya juga tidak terpenggal.

“Memperkarakan penggunaan kosakata pribumi dan menariknya ke ranah politik hanya akan menciptakan kekeruhan baru yang merugikan kita semua,” ujar Siti,saat di konfirmasi KupasMerdeka.com melalui pesan tertulisnya, Rabu 18/10.

“Inilah saatnya kita membangun DKI Jakarta secara bersama-sama, Pilkada DKI sudah usai. Tak seharusnya konflik-konflik baru diciptakan. Bangkit dan melangkahlah menuju Jakarta yang damai, Jakarta yang lebih maju dengan mengedepankan nilai-nilai  budaya yang saling menghormati, saling percaya dan menjaga keadaban antar sesama,” tandas Siti.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*