Pemkot Abaikan Penderitaan Anak, Aktivis Sebut Bogor Belum Pantas Jadi Kota Layak Anak

Kondisi tubuh Waki Arajabi, bocah yang menderita penyakit aneh di Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemerintah Kota Bogor dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dinilai “tutup mata” terhadap kasus yang menimpa Mohamad Waki Arajabi, warga Kampung Teluk Pinang RW 01 RW 13 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Balita itu mengidap penyakit Epidermolysis Bullosa (EB) semenjak berusia 7 bulan. Hal itu di sampaikan orang tua balita melalui pesan WhatsApp kepada KM di Bogor, Jumat (20/10). 

“Sangat disayangkan sampai saat ini tidak ada uluran tangan dari Pemerintah Kota Bogor tidak ada sedikitpun terkait penderitaan yang [dialaminya]. Pengobatan yang di lakukan hanya alakadarnya dan itu pun dari hasil uluran tangan dari Yayasan Amal,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dulu pernah datang beberapa dokter ke rumah, dan memberikan susu serta pemahaman tentang penyakit tersebut, namun sampai sekarang tidak ada yang datang lagi.

Sementara itu, menurut Koordinator Tim Non Litigasi dari Save Anak Indonesia Ali Taufan Vinaya, apa yang disampaikan oleh orang tua balita kepada anggota komisi IV DPRD Kota Bogor itu benar adanya.

“Pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak itu hanya sebatas menggugurkan kewajiban sebagai anggota dewan,” kata koordinator tim non litigasi itu.

“Buktinya apa yang terjadi hari ini menjadi hal nyata bahwa Kota Bogor belum layak dan pantas untuk dijadikan sebagai kota layak anak, dan dalam waktu dekat [kami] akan segera membentuk tim dan langsung turun ke lapangan,” tegasnya.

Reporter: ATV
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*