Anggota DPR: Penolakan JK Terhadap Rencana Densus Tipikor Karena Belum Fahami Penyelidikan DPR

Politisi PDIP Eddy Kusuma Wijaya (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu mengatakan tidak setuju terhadap pembentukan Densus Tipikor karena “masih banyak pelanggaran” di tubuh Polri. Namun menurut Anggota Komisi III DPR Eddy Kusuma Wijaya, pernyataan tersebut diungkapkan Wapres karena ia belum memahami betul hasil penyelidikan DPR. 

“Sebetulnya Pak JK belum memahami betul hasil penyelidikan kita, kalau nanti pak JK sudah membaca evaluasi dan sesuai investigasi kita, tentunya pak JK tidak akan bicara seperti itu,” kata Eddy kepada KM, Jumat 20/10.

“Karena [pernyataan demikian] akan menimbulkan polemik dan tanggapan dari berbagai pihak, dan ini bisa menimbulkan suatu label terhadap polisi, bahwa polisi itu belum melakukan suatu perubahan dan reformasi menyeluruh di [tubuhnya],” lanjutnya. 

“Padahal Polri sudah berupaya keras melakukan perubahan-perubahan, baik dari segi mindset maupun culture set di tubuh Polri.”

Menurut politisi PDIP itu, mungkin kinerja Polri di masa lalu menimbulkan “trauma”  bagi sebagian orang. “Cuma waktu itu bukan karena polisinya tidak baik, tapi karena waktu itu ada keterbatasan-keterbatasan, terutama anggaran dan penggajian dan terutama biaya operasional tugas-tugas Polri, saya juga lama menjadi anggota Polri yang khususnya bertugas di bidang penyidik Polri di reserse,” katanya. 

Ia pun melihat bahwa pernyataan JK lebih seperti nasehat bapak kepada anaknya, “untuk memaksa Polri bekerja lebih baik.” 

“Kalau saya melihatnya positif-positif saja. Mungkin ini pernyataan dan pesan kasih sayang bapak kepada anaknya… namun kita tetap mendukung Polri agar menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum yang betul-betul kita harapkan,” katanya. 

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*