Komnas Anak: “Sekolah di Jakarta Utara Wajib Bebas Bullying”

(dok. KM)
(dok. KM)

JAKARTA (KM) – Seluruh sekolah di wilayah hukum Administrasi Jakarta Utara wajib bebas dari bullying. Lingkungan dan lembaga pendidikan anak mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga SMA harus steril dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Jakarta Utara bertekad dan mengajak Komnas Perlindungan Anak, Palang Merah Indonesia Kantor Jakarta Utara mewakili masyarakat dan Management Daihatsu mewakili dunia usaha untuk “bersama-sama menjadikan seluruh lingkungan dan lembaga pendidikan di Jakarta Utara bebas dari bullying”.

Hal tersebut disampaikan Walikota Jakarta Utara Husein Murad dalam acara pembukaan program kampanye “STOP Bullying Terhadap Anak”, Kamis 19/10 di SDN 05 Pesanggrahan Dua, Jakarta Utara.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam sambutannya mengajak semua orang tua peserta didik, masyarakat dan tokoh agama di Jakarta Utara dan para pegiat pendidikan untuk mendukung misi “penyelamatan anak dari ancaman segala bentuk kekerasan, termasuk bullying.”

“Tidak ada alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi anak. Anak harus terjamin haknya mendapat perlindungan dari semua komponen bangsa, oleh sebab itu bullying terhadap anak harus dihentikan,” kata Arist.

“Sesuai dengan ketentuan UU RI No. 35 Tahun 2014 sekolah wajib menjadi lingkungan atau zona bebas dari segala bentuk kekerasan baik yang dilakukan peserta didik, guru, pengelolah dan penjaga sekolah… Anak harus terlindungi selama menjalankan dan mengikuti proses belajar dan mengajar,” lanjutnya.

Arist menambahkan, semua anak harus terjamin haknya untuk mendapatkan rasa nyaman selama menjalankan kewajiban dasarnya guna mendapatkan haknya atas pendidikan.

Dengan dicanangkannya gerakan Kampanye Stop Bullying ini, Komnas Anak sebagai lembaga independen di bidang perlindungan anak akan merekomendasikan agar sekolah-sekolah yang menjalankan secara konsisten gerakan ini mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai sekolah ramah anak.

Sementara Haryanto mewakili Management Daihatsu menyambut baik program Kampanye tersebut dan mengungkapkan bawha “telah menjadi tekad Daihatsu pula untuk ikut dalam memberikan perlindungan bagi anak dari bullying.”

“Dengan dicanangkannya program Kampanye STOP Bullying ini, terima kasih kami sampaikan kepada Komnas Perlindungan Anak, PMI Kantor Cabang Jakarta Utara demikian juga kami berikan kepada Walikota Jakarta Utara serta Kepala Sekolah beserta guru-guru SDN O5 Pesanggarahan Dua yang telah bersedia dan menjadikan star awal gerakan ini dan mendukung kampanye anti bullying ini,” tutur Haryanto

“Dengan hati yang tulus, saya berikan apresiasi kepada Walikota Jakarta yang telah bersedia mendukung Program Gerakan Kampanye Stop Bullying di lingkungan sekolah di Jakarta Utara. Saya berharap dan mendukung penuh agar program ini tidak [hanya] terjadi di Wilayah Jakarta Utara, namun diharapkan menjadi pilot project pada tingkat nasional,” demikian disampaikan Sabri S., Ketua PMI Kantor Cabang Jakarta Utara sekaligus sebagai tokoh masyarakat senior di Jakarta Utara.

Reporter: man
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*