Ketua MPR Temui Ketua Wali Gereja, Bahas Persatuan Bangsa

Ketua MPR Zulkifli Hasan bersama Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Pertemuan antara ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo membahas berbagai hal tentang kebhinnekaan dan makna dari “kesatuan dan persatuan”.

Ignatius menjelaskan kepada sejumlah awak media,”Realitas kita sangat kompleks, intinya adalah mari kita kerjakan apa yang dapat kita lakukan supaya umat saya komunitas umat Katolik di Indonesia ini bisa berperan di dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila dan UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Ignatius, Kamis 5/10, di Gereja Katedral, Jakarta.

Selanjutnya kata dia, “… melihat realitas peristiwa dan akhirnya kita sampai kepada kesimpulan: 1. Yang perlu sungguh-sungguh diperhatikan oleh siapapun khususnya oleh pemerintahan dan negara ini, adalah kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Kesenjangan dari yang kaya dan yang miskin sejauh mungkin tidak menjadi semakin lebar tetapi semakin hilang dan rakyat Indonesia itu semakin tumbuh berkembang, saya yakin masalah-masalah yang lain menjadi semakin kecil.

2. Masalah moralitas, tanggung jawab itu masalah dasar, tadi bapak ketua MPR berbicara fakta atau data, dalam waktu yang sangat singkat enam kepala daerah di tangkap KPK. Pertanyaannya, kok bisa?  Mestinya dalam mengemban jabatan itu moralitasnya kuat mendapat jabatan, mendapat amanah untuk kepentingan bersama tidak untuk yang lain-lain, tetapi mengapa terjadi seperti itu? Moralitas yang kiranya perlu memang harus ditingkatkan, dijaga dan diterjemahkan dalam sistem pengawasan yang sesuai dengan moralitas itu.

3. Saya yakin kalau masyarakat kita kompak, siapapun dia dengan latar belakang apapun, agama, suku, atau apapun kompak dan juga militer polisi kompak, tantangan sebesar apapun yang kita hadapi pasti bisa dihadapi,” paparnya. 

“Oleh karena itu pembicaraan yang kami lakukan ini, bagi saya pribadi memberikan harapan menjadi peneguhan, supaya kita tidak menjadi kecil hati dengan segala macam masalah ini, tapi dengan membaca situasi yang sangat konkrit ini, kita dapat menyebarkan harapan dengan bekerja keras dengan Nusa dan bangsa dengan inspirasi iman kita yang berbeda-beda itu sesuai dengan peran dan fungsi yang dipercayakan kepada kita masing-masing,” terang Ignatius.

Sementara ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, “Ternyata kalau kita bicara dasarnya sama merah putih kepentingan merah putih sama pandangannya, tapi apapun, kalau umat itu kompak, saling menghargai, menghormati… saya rasa sama dengan yang disampaikan bapak Ignatius tadi, kita berharap TNI dan Polri kompak, selain itu kami di MPR mari, kalau ada perbedaan-perbedaan kita selesaikan dengan cara cara Indonesia, ketemu dialog, oleh karena itu nanti bulan mendatang kita akan lanjutkan simposium ini… mudah-mudahan dengan cara silahturahmi atau dialog kita bisa melihat perbedaan-perbedaan itu dari hati ke hati kira-kira begitu,” terang ketua MPR.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*