PT. KAI Klaim Kepemilikan Atas Lahan SMPN 1 Singaparna

Plang klaim PT KAI atas lahan yang ditempati oleh SMPN 1 Singaparna (dok.KM)

TASIKMALAYA (KM) – Kabar tak sedap tengah menerpa SMPN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Menurut laporan, lahan seluas 4055 meter persegi yang ditempati oleh pihak sekolah adalah tanah milik PT. Kereta Api Indonesia. Sekolah yang saat ini memiliki bangunan dua lantai ini memiliki siswa cukup banyak.

Saat awak media Kupas Merdeka hendak memasuki gedung sekolah SMPN 1 Singaparna untuk mengkonfirmasi perihal isu tak sedap tersebut kemarin 4/10, memang tampak plang yang menunjukkan bahwa tanah ini milik PT. Kereta Api Indonesia, yang terpasang di tembok samping luar sekolah.

Wartawan langsung bertemu Kepala Sekolah SMPN 1 Singaparna Jae Juarsa di ruang kerjanya.

“Ya betul kang, itu plang memang pihak PT. KAI yang memasangnya sekitar 4 hari lalu. Ada sekitar 4 orang datang menemui saya dengan membawa peta untuk pemasangan plang tersebut. Saya katakan kalau lihat petanya betul ya titiknya sekolah ini. Tapi kenapa di sekolah ini? Saya sambil mengambil sertipikat tanah sekolah ini (dalam bentuk fotokopi terdaftar pada tahun 1974) berarti secara data surat sertipikat tanah ini sudah bukan milik PT. KAi lagi kan? Keempat orang itupun kaget kang, karena mereka tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan lahan pada sekolah ini walaupun dalam bentuk fotokopi,” ucap Jae, menceritakan kronologi pemasangan plang di depan gedung sekolahnya itu.

Kepsek SMPN 1 Singaparna Jae Juarsa (kanan) saat diwawancarai KM, Rabu 4/10 (dok. KM)

“Akhirnya mereka bilang ke saya, ‘pak saya hanya jalankan tugas untuk pasang plang ini. Biarkan hal ini akan jadi laporan kami pada pimpinan.’  Ya saya jawab, mangga aja tapi saya akan laporan juga pada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya juga pada bagian aset bahwa ada pemasangan plang tersebut,” ujar Jae melanjutkan.

“Sebenarnya kang, kalau saya mau bisa saja saya tolak bahkan bisa saya laporkan pada polsek dengan pasal penyerobotan lahan yang dilakukan pihak KAI. Tapi biarlah Kadisdik dan bagian aset yang menentukan sikap,” paparnya.

Sementara itu, menurut Kepsek SMPN 1 Padakembang, Wawan Kurniawan dan Kholik Abudul Kholik, alumni SMP tersebut yang saat ini menjadi kepala desa Rancapaku, tidak hanya sekolah SMPN 1 Singaparna saja, tetapi Polsek Singaparna pun tanahnya masih milik PT. KAI.

Hingga berita ini diturunkan, Kundang Shodikin selaku Kadisdik belum bisa ditemui oleh wartawan Kupas Merdeka.

Reporter: Arkan/Gie
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Punya Sertifikat dari Zaman Belanda, KAI Tegaskan Lahan SMPN 1 Singaparna Milik Daops II – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*