Inilah Sederet Kasus yang Menjerat Bupati Nganjuk

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman (kiri) yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan Rabu 25/10

NGANJUK (KM) – Rabu 25/10 kemarin tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor Dinas Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan menyegel beberapa ruangan pejabat Dinas diantaranya ruang kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup Harianto, ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Suroto, dan ruang kerja Kadiv Pendidikan Dasar Cahyo Sarwo Edi.

Menurut salah satu staf di Dinas Lingkungan Hidup, ruangan pejabat telah disegel KPK dan tidak boleh dimasuki siapapun.

“Makanya sudah disegel gak boleh ada yang masuk, di dalam ada CCTV makanya tidak boleh dimasukin,” ucap Suryati.

Sebelumnya, penyidik KPK pernah menetapkan status tersangka pada Taufiqurahman selaku Bupati Nganjuk.

Tidak terima dengan penetapan tersangka, dia mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan dan memenangi gugatan tersebut. 

Namun KPK terus mengorek hingga ke akarnya dengan meminta keterangan sejumlah saksi lalu kembali berniat mentersangkakan Taufiqurahman dengan menerbitkan sprindik baru.

Awalnya, kasus Taufiqurahman ditangani oleh Kejaksaan, kemudian diambil alih oleh KPK. Taufiqurahman diduga turut serta dalam pemborongan, pengadaan atau persewaan di lima proyek.

Lima proyek tersebut adalah proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang, proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngangkrek ke Blora di Kabupaten Nganjuk, pembangunan jembatan Kedungingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, dan proyek perbaikan Jalan Sukomoro sampai Kecubung.

Selain itu, Tau‎fiqurrahman yang merupakan Bupati Nganjuk periode 2008-2013 dan 2013-2018 diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya.

Kini, KPK kembali menjerat Taufiq, tapi melalui operasi tangkap tangan (OTT). Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan adanya kegiatan tim KPK tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah enggan menjalaskan rinci saat dikonfirmasi, hingga berita ini ditayangkan.

“Saya belum dapat informasi rinci siapa-siapa saja yang diamankan. Yang pasti ada unsur kepala daerah, swasta dan pejabat setempat,” ungkap Febri.

Hingga kini seluruh pejabat masih diperiksa oleh penyidik KPK di Mapolres Nganjuk. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Belum diketahui pasti siapa saja pejabat yang diperiksa KPK. Hingga saat ini belum ada pihak yang memberikan pernyataan resmi terkait penyegelan tersebut.

“‎Memang ada beberapa yang diperiksa (Kepala Dinas), termasuk beberapa lokasi juga dilakukan penggeledahan,” singkatnya.

Febri menambahkan, saat ini ‎KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status 15 orang yang diamankan setelah menjalani pemeriksaan intensif.

Untuk saksi yang diamankan di Nganjuk, pemeriksaan dilakukan di Polres Nganjuk. Sementara saksi yang diamankan di Jakarta diperiksa KPK.

“Nanti akan disampaikan lebih lengkap dan rinci termasuk terkait kasus apa pada konferensi pers besok Kamis (26/10/17),” ujarnya.

Reporter: IAN
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*