[FOTO] Turap di Leuwiliang Tidak Berpondasi, Aktivis Duga Ada Politik Kotor Menjelang Pilkada

Hasil pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan peningkatan jalan Pasir Ipis - Garehong, Kecamatan Leuwiliang (dok. KM) Hasil pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan peningkatan jalan Pasir Ipis - Garehong, Kecamatan Leuwiliang (dok. KM)

BOGOR (KM) – Proyek pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan peningkatan jalan Pasir Ipis-Garehong di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang menelan biaya Rp. 36.713.248.000 dan dikerjakan oleh PT. Vanca Utama Perkasa patut dipertanyakan kualitas pengerjaannya.

Dari hasil investigasi kupasmerdeka.com di lapangan, pengerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis di lapangan dikarenakan pondasi penahan tanah tidak terlihat, sehingga menimbulkan resiko kejadian longsor di kemudian hari.

Kuda-kuda adalah pondasi dimana berdirinya batu, maka bila kuda-kuda tidak kuat apalagi tidak ada dapat dipastikan ketika ada gerakan pergeseran, tanah tebingan tersebut akan ikut bergerak dan ambrol, terlebih lagi batu yang menempel pada dinding tanah tersebut terlalu tipis.

Tentang hal kuda-kuda ini pun mustahil jika tidak ada di dalam gambar teknis Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi pembangunan TPT. Sebab bagian kuda-kudalah yang berfungsi paling penting sebagai penahan berdirinya bangunan tembok tersebut.

Menurut Ketua Bidang Aksi dan Advokasi Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) Anto Siburian, ada kemungkinan bahwa proyek-proyek “nakal” seperti ini merupakan langkah politik menjelang Pilkada tahun depan.

“Jangan sampai pembangunan peningkatan jalan di wilayah Kabupaten Bogor dijadikan ajang politisasi menjelang Pilkada dan menghalalkan pengusaha-pengusaha nakal untuk meraup pundi-pundi menjelang Pilkada, dan meminta agar pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun dan melihat langsung mega proyek tersebut,” tegas Anto saat ditemui kupasmerdeka.com di Bogor, Minggu (22/10).

Sementara itu, menurut warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya, pekerjaan pembangunan jalan Pasir Ipis-Garehong terkesan lambat. “Intinya tidak bagus dan bisa menjadi mangkrak pekerjaan ini dan akan merugikan masyarakat sekitar,” katanya.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*