DPR Desak Jaksa Agung Segera Proses Kasus Pembunuhan yang Libatkan Novel Baswedan

Anggota Komisi III DPR, Eddy Kusuma Wijaya (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Persoalan kasus pembunuhan di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel Baswedan sampai saat ini belum ada penyelesaian dari Kejaksaan Agung. Hal itu sempat dipertanyakan oleh Komisi III DPR-RI saat RDP dengan Jaksa Agung M. Prasetyo kemarin, Rabu 11/10.

Seperti yang disampaikan Anggota Komisi III, Eddy Kusuma Wijaya. “Kami mendesak Jaksa Agung RI, agar segera menindaklanjuti putusan praperadilan yang disidangkan di Kejari Bengkulu … terhadap Novel [Baswedan] yang kasus penuntutannya dihentikan oleh kejaksaan Bengkulu.”

“Padahal sidang praperadilan itu sudah diputuskan pada tanggal 31 Maret 2016 terhadap kasus Novel Baswedan yang dihentikan penyidikannya oleh pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu,” ujar Eddy kepada KM saat ditemui di ruang kerjanya.

“Dari sejak 31 Maret 2016 sampai sekarang sudah berjalan sekitar 20 bulan. Ini kan kejaksaan terkesan lambat, tidak patuh hukum terhadap putusan praperadilan tersebut,” lanjut politisi PDIP itu.

“Waktu itu pihak Kejaksaan menghentikan penuntutan atau SKPP dengan surat nomor B tanggal 21 Februari 2016 dan penghentian penuntutan tersebut dipraperadilankan oleh pihak korban dan tuntutannya dipenuhi oleh putusan peradilan dan memerintahkan kepada Kejaksaan Negeri Bengkulu agar segera menindaklanjuti proses penegakan hukum tersebut demi keadilan dan kepastian hukum. Namun sampai sekarang belum juga diproses oleh Kejaksaan Negri Bengkulu,” paparnya.

Ia pun mengatakan bahwa Komisi III dalam RDP kemarin “menekan habis” Jaksa Agung RI agar segera memproses dan digulirkan dalam pengadilan Bengkulu.

“Kejaksaan Agung jangan terpengaruh dengan hal-hal yang lain, dan harus patuh pada penegakan hukum karena ini sudah putusan praperadilan,” tegas Eddy.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*