Dandim Tangerang Tegaskan Isu Penangkapan Teroris di Cikasungka “Hoax”

Senjata airsoft gun yang diamankan Kodim Tangerang dari warga yang awalnya diduga terkait jaringan teroris (dok. KM)
Senjata airsoft gun yang diamankan Kodim Tangerang dari warga yang awalnya diduga terkait jaringan teroris (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0506 Tangerang, Letkol Inf Imam Gogor Aghni Aditya mengatakanbahwa pihaknya masih mendalami dugaan terorisme, menambahkan bahwa “tidak benar” isu penangkapan terduga teroris dan juga tidak benar adanya isu yang beredar di jejaring WhatsApp, terkait dugaan teroris di Kampung Baru Cibayana RT 23 RW 03, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Dengan diamankannya 9 pucuk senjata api (senpi) jenis airsoft gun milik KN, pihaknya masih mendalami dugaan keterlibatannya dengan teroris.

“Selain sembilan pucuk senjata api airsoft gun, anggota dari Kodim 0506 Tangerang juga mengamankan beberapa benda lain yakni satu tas ransel serbu, tiga tas senjata laras panjang, dua gulung kabel dan satu kitab suci Al Qur’an guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya dalam siaran pers yang diterima kupasmerdeka.com, Selasa 24/10.

“KN selaku pemilik barang yang disita mengaku menyimpan airsoft gun tersebut dari rumah lama yang dijualnya. Waktu ada teman KN yang datang ke rumah dan tengah memainkan senjata tersebut, ada seorang warga yang melihat dan melaporkan ke Koramil Cisoka. Saat aparat desa dan anggota setempat mengecek rumah tersebut, terlihat dari luar memang ada senjata tersebut, namun tidak ada penghuninya,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemilik tidak ditahan, namun dikenakan wajib lapor agar terus diawasi.
“Bahwa telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyatakan rumah yang digerebek itu tak terbukti atau terindikasi terkait jaringan terorisme. Intinya tidak ada hubungannya dengan teroris,” jelasnya.

“Si pemilik ternyata berprofesi sebagai jasa angkut barang pindah rumah dan mengaku kerap mengambil barang- barang seperti senjata saat proses pindahan. Barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi ini amunisinya juga tidak ada, dan pemilik rumah ini bekerja di Bintaro,” tutupnya.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Komentar Facebook

2 Comments

  1. Tni grebeg rmh org main ambil senjata air soft gun ngapain trus menyita kitab suci umat islam itu juga ngapain, apa skrg sdh g boleh lagi umat islam mempunyai kitab suci al quran trus bagaimana dg agama lain kok di biarkan mempunyai air soft gun dan al kitabnya di biarkan. Apa setiap umat islam yg mempunyai kitab suci di cap teroris sehingga hrs digrebeg.
    Lagian disuruh wajib lapor itu dasarnya apa kalo yg bersangkutan tdk lapor apa mau di tahan dan di cap di jidatnya teroris

  2. Dasar lebay hrsnya hargai privasy dan hak sipil waefa negara jgn main grebeg dan main sita

Leave a comment

Your email address will not be published.


*